Dari Mana Kehebatan Sadio Mane Berasal?

Debatbola.com – Sadio Mane sedang menikmati puncak kariernya bersama Liverpool. Perannya untuk The Reds dalam tiga tahun terakhir semakin kentara. Ia pun menjadi salah satu sosok di balik penampilan hebat Liverpool.

Pada musim keempatnya di Liverpool, Mane tercatat sudah tampil sebanyak 154 laga. Transfermarkt mencatat bahwa penyerang asal Senegal ini terlibat dalam 103 gol Liverpool, lewat 74 gol dan 33 asis. 

Musim 2019/20 ini, di mana Liverpool semakin dekat dengan juara Premier League karena tengah unggul 22 poin dengan 12 laga tersisa, Mane pun punya peranan besar. Dari 22 laga di Premier League, ia mencetak 11 gol dan 8 asis.

Mane tentu tak menyangka kariernya bisa sehebat ini. Untuk mencapai pencapaian sekarang ini, ia menjalani karier yang memang tak mudah. Ia merasa beruntung memiliki keluarga dan banyak orang yang selalu mendorongnya untuk selalu tampil lebih baik.

“Aku tidak bisa mendeskripsikan bagaimana keluargaku dan bagaimana mereka memotivasiku. Mereka selalu mendorongku. Jika kalian melihat mereka, kalian akan tahu kenapa aku terus berjuang semakin keras karena aku ingin membuat mereka bangga, cara itu yang membuat pantas mereka dapatkan. Aku harus memberikan apa yang sudah mereka berikan untukku,” kata Mane pada laman resmi Liverpool. 

Sadio Mane berasal dari sebuah perkampungan di Senegal. Oleh karena itu ia tidak hanya didukung oleh keluarganya, tapi juga sebagian besar masyarakat Senegal. Dari situlah ia selalu merasa harus bermain semaksimal mungkin untuk membuat bangga orang-orang Senegal yang menontonnya setiap pekan.

“Aku rasa sangat spesial buatku karena di kampungku banyak pemain hebat tapi mereka tak pernah sukses (karena keterbatasannya). Ketika aku ke Perancis (membela Metz) yang bermain di Divisi Dua, orang-orang di kampungku tak punya channel untuk menontonku, jadi semua orang sangat antusias ketika mereka menontonku di TV untuk pertama kalinya.”

“Mereka semua mendoakanku setiap hari agar bisa terus melihatku berada di level ini karena itu juga membuat mereka bangga. Dari situlah aku semakin termotivasi dan mereka semakin ingin melihatku lebih tinggi dan tinggi lagi, aku rasa aku pantas mengorbankan diriku untuk membuat mereka bangga.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here