Cetak Gol, Egy Maulana Vikri Dipantau Lechia Gdansk

0
Sumber : indosport.com

Debatbola.com – Timnas Indonesia telah melakoni laga uji coba pertamanya setelah diasuh oleh Shin Tae Yong. Tim Garuda bermain menghadapi tim Afghanistan sebagai lawan pertama. Dalam pertandingan yang dijalankan secara tertutup itu, Evan Dimas dan kawan-kawan harus takluk 2-3.

Babak pertama, timnas Indonesia harus kebobolan tiga gol secara berturut-turut. Setelah turun minum, pada babak kedua menjadi titik balik tim, mereka berhasil mencetak dua gol untuk mengurangi defisit gol.

Egy Maulana Vikri Menunjukkan Performa Impresif

Egy Maulana Vikri menjadi pemain terbaik tim Garuda. Gelandang yang memperkuat Lechia Gdansk itu berhasil membuat satu assist kepada Adam Alis yang diteruskan menjadi gol pertama. Sementara untuk gol kedua berhasil diciptakan oleh dirinya sendiri.

Melihat hal tersebut klubnya, Lechia Gdansk disebut-sebut terus memantau pemainnya ini. Melalui artikel yang dibuat oleh klub di laman resminya, lechia.pl menuliskan kinerja kedua pemainnya, Egy Maulana Vikri dan Omran Haydary.

Dalam bahasa Polandia, Lechia Gdansk kurang lebih membicarakan mengenai pertandingan antara Indonesia melawan Afghanistan. “Afghanistan menang pada laga itu, mereka dipastikan akan lebih bahagia. Sementara dari tim Indonesia, Egy Maulana Vikri mencetak satu gol dari dua gol yang tercipta.”

Hasil minor yang didapat oleh para pemainnya pada uji coba pertama tak serta merta membuat sang pelatih kecewa. Malahan Shin Tae Yong yang diwawancarai menyebutkan bahwa perkembangan para pemainnya sudah baik.

Lebih lagi dirinya menyinggung tentang kegigihan para skuatnya yang tertinggal tiga gol pada babak pertama. Namun ketertinggalan itu seperti memicu semangat dan mental bertanding para pemainnya hingga mampu memperkecil ketertinggalan. Pelatih berusia 50 tahun tersebut juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada skuat timnas.

Era Baru Timnas Indonesia

Pada laga melawan Afghanistan, timnas Indonesia lebih banyak dihiasi oleh pemain yang berusia belia. Witan Sulaeman menjadi pemain yang paling muda dengan masih berumur 19 tahun. Dengan pilihan pemain ini dipastikan tim sekarang sedang menuju ke arah perubahan.

Sementara lawannya, timnas Afghanistan menurunkan rata-rata skuat yang berumur 26 tahun. Yang mana pemain tertua sudah berkepala tiga. Pemain itu adalah Khaibar Amani yang sudah berusia 34 tahun.

Pemain-pemain tua seperti Beto Goncalves, Greg Nwokolo, Otavio Dutra dan Irfan Bachdim tidak menjadi pilihan utama sang pelatih. Malahan pemain-pemain muda yang baru pertama kali merasakan bermain di level timnas menjadi pilihannya.

Dilansir dari transfermarkt.com, tim Garuda mempunyai rata-rata umur 22,8 tahun dalam skuat. Dimana yang menjadi pemain tertua adalah pemain yang berumur 27 tahun. Total ada pemain yang mempunyai umur 27 tahun, mereka adalah Adam Alis, Kushedya Hari Yudo, dan Didik Wahyu.

Uji Coba Kedua

Selepas melawan tim dari Asia Selatan, Afghanistan, tim Garuda dijadwalkan akan kembali bertanding melawan tim dari Asia lainnya. Oman menjadi lawan lanjutan bagi tim Indonesia yang akan diselenggarakan pada Sabtu (29/5) mendatang.

Tim Garuda terus-terusan menggempur arena dan menu santapan latihan yang diberikan oleh para pelatih. Kemenangan demi kemenangan pada laga-laga mendatang menjadi tujuan nomor satu para pemain.

Mempunyai rekor buruk di putaran pertama World Cup Qualification membuat para pemain sangat ingin merubahnya. Dengan semangat serta kerja keras dari para pemain tersebut, maka hasil yang sempurna akan tercapai.

Tim terus berbenah dimulai dari strategi hingga taktik yang dibuat oleh sang pelatih. Fisik pemain dan mental bertanding tim merupakan hal yang menjadi prioritas Shin Tae Yong untuk diubah menjadi lebih baik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version