Cerita Asmir Begovic Jalani Lockdown di Italia

Debatbola.com – Italia menjadi negara dengan jumlah suspect dan korban meninggal karena virus corona tertinggi di dunia setelah Tiongkok. Sudah terdapat ratusan ribu kasus terkait Covid-19 ini. 

Italia lantas mengumumkan bahwa negaranya berstatus lockdown. Tidak ada yang boleh masuk maupun meninggalkan Italia selama masa lockdown ini. Keputusan ini dilakukan untuk menekan jumlah dan area penyebaran virus.

Berstatus lockdown, segala sektor kehidupan terkena dampaknya. Semua warga tak bisa menjalani kesehariannya seperti biasa karena harus tetap berada di rumah. 

Kiper AC Milan, Asmir Begovic, menceritakan apa yang terjadi di kota Milan selama masa lockdown ini. Menurutnya, apa yang terjadi di Italia saat ini seperti di sebuah film dengan kota yang mengalami bencana.

“Jalan-jalan sepi. Hanya supermarket yang buka. Kita bisa keluar sebentar untuk membeli makanan lalu harus segera kembali ke rumah. Ini gila. Orang-orang bilang ini seperti di film, tapi memang benar begitu adanya. Aku tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,” tutur Begovic pada Mirror. 

Begovic merasa prihatin dengan situasi saat ini yang setiap harinya merenggut banyak nyawa. Ia tentu berharap bencana ini bisa segera mungkin berakhir.

“Aku tak yakin orang-orang akan memahami betapa buruknya situasi di sini. Tapi sungguh, bencana ini sangat memukul negara ini. Aku turut berduka pada negara ini, dengan banyaknya orang yang meninggal dan orang yang terinfeksi virus.” 

“Ini mengerikan dan sangat menyakiti banyak hati manusia. Sekarang kita lihat juga klub lain, beberapa rekan pemain mulai terinfeksi dan ini semakin terasa seperti mimpi buruk dan kita hanya bisa berharap bahwa semuanya bisa sesegera mungkin kembali normal seperti sebelumnya.”

Begovic bergabung dengan AC Milan pada bursa transfer musim dingin Januari lalu dari Bournemouth. Kedatangan kiper asal Bosnia ini berbarengan dengan hengkangnya Pepe Reina ke Aston Villa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here