Carlo Ancelotti: ESL Lelucon!

0
100
Carlo Ancelotti: ESL Lelucon!
Sumber : ancelotticropped_1efhtbgsqlg7n1xkt0nmzog0x2.jpg

Debatbola.com – European Super League (ESL) yang sempat mengguncang jagat sepakbola dunia batal digelar. Adanya penolakan dan kritik terhadap ke-12 klub yang mendirikan ESL ini jadi sebab. Dari 12 klub, tersisa Barcelona, Real Madrid, Juventus, dan AC Milan yang masih berharap ESL bisa berjalan.

Kritik memang datang dari segala arah. Bahkan para pelatih dari klub yang masuk dalam 12 klub pendiri ESL pun menyatakan ketidaksetujuannya terhadap liga yang berlangsung tanpa sistem degradasi itu.

Carlo Ancelotti, pelatih Everton, memberikan pendapatnya mengenai ESL ini. Tapi ia sudah memprediksi sejak awal bahwa liga tandingan semacam ESL tidak akan bisa diwujudkan untuk sepakbola Eropa.

“Reaksiku ketika mengetahui adalah mengatakan bahwa itu lelucon! Itu adalah lelucon yang tak boleh terjadi. Itu tidak mungkin terjadi,” ujar Ancelotti. “Kultur olahraga di Eropa berbeda dengan olahraga Amerika. Bukan berarti kita benar dan mereka salah, tapi karena kultur manusianya sendiri berbeda. Di Amerika olahraga itu berbeda. Di sana, olahraga itu hiburan.”

“Di Eropa, kita hidup dengan memiliki ambisi lebih. Ketika kita tumbuh, kita ingin mengalahkan tetangga kita. Kita dan Amerika tumbuh secara berbeda. Di Amerika bukan olahraga. Sepakbola di sana sekarang bagian dari bisnis, walau memang sekrang kita perlu mempertimbangkan keduanya secara berbarengan.”

Everton bukan klub yang termasuk dari 12 pendiri liga tandingan ESL. Di Inggris, klub yang sempat mendeklarasikan sebagai bagian dari ESL adalah Manchester United, Manchester City, Arsenal, Liverpool, Chelsea, dan Tottenham.

Ancelotti mewajarkan bahwa Everton tidak masuk dalam kriteria klub ESL. Ketika klub-klub pendiri ESL memikirkan aspek bisnis, The Toffees justru lebih mengutamakan kekeluargan di klub.

“Everton adalah klub dengan rasa kekeluargaan, sebuah klub yang akan membuat kamu merasakan cinta dari para suporter. Everton punya sejarah yang sangat melibatkan para suporter.”

“Buat semua suporter sepakbola, hari kemarin adalah hari yang aneh, hari yang mengejutkan. Kita sudah mendengar soal Super League selama beberapa bulan terakhir tapi yakin kalau itu tidak akan terjadi. Ke-12 klub itu salah. Mereka tidak mempertimbangkan opini dari pemain, pelatih atau suporter.”

Meski satu per satu klub sudah mengundurkan diri, ESL masih ada dan akan kembali mengkaji konsep yang lebih bisa diterima oleh banyak pihak. Klub-klub ESL merasa sepakbola masih membutuhkan liga lain yang bisa membuat sepakbola lebih menarik, di samping Liga Champions.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here