Buntut Kematian Maradona, 7 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

0

Debatbola.com – Diego Maradona memang sudah meninggalkan kita semua beberapa bulan yang lalu. Akan tetapi, kasus meninggalnya sang legenda si kulit bundar nampaknya masih berbuntut panjang. Menurut laporan terbaru, tujuh orang tim medis yang memberi perawatan pada Maradona kini diputuskan menjadi terdakwa atas meninggalnya sang legenda.

Tim Medis Dituntut Dugaan Pembunuhan

Sosok legenda lapangan hijau, Diego Armando Maradona tutup usia delapan bulan yang lalu, atau tepatnya pada bulan November kemarin. Maradona dilaporkan berpulang akibat mengalami serangan jantung. Eks punggawa timnas Albiceleste juga dilaporkan meninggal hanya beberapa pekan usai operasi di bagian otak.

Maradona memang sudah berpulang berbulan-bulan yang lalu, akan tetapi, kasus kematiannya masih terus menimbulkan tanda tanya. Laporan menyebut bahwa penyebab Maradona meninggal dunia murni karena sakit. Tapi beberapa orang juga percaya bahwa penyebab meninggalnya Maradona adalah karena kesalahan dari tim medis.

Selepas berpulangnya Maradona, dewan medis dibentuk oleh kejaksaan San Isidro untuk mengidentifikasi kasus Maradona. Dewan medis tersebut diberi tugas untuk mencari bukti kesalahan yang dilakukan tim medis. Sebuah laporan pun mengungkapkan bahwa mereka memang menemukan bahwa tim medis abai dalam merawat Maradona.

Seperti dilansir dari Los Angeles Times, dewan medis membuat kesimpulan bahwa Maradona sempat menderita rasa sakit selama lebih dari 12 jam sebelum kematiannya. Namun, Maradona diyakini tak mendapat perawatan medis yang sesuai, dan bahkan mungkin masih bisa tertolong apabila dirawat dengan baik.

Sumber yang sama juga melaporkan bahwa jaksa akhirnya menuntut tujuh tim medis atas dugaan pembunuhan. Dua dari mereka antara lain psikiater Agustina Cosachov, dan ahli bedah saraf Leopoldo Luque. Selain itu, jaksa juga menuntut masing dua orang perawat dan koordinator perawat, satu orang psikolog, serta satu orang dokter.

Jaksa disebut sudah meyakini bahwa kematian Maradona bukan disebabkan oleh kelalaian tim medis. Akan tetapi, mereka hanya kecewa terhadap perlakuan para terdakwa kepada Maradona. Jaksa menilai mereka tak melakukan upaya apapun untuk menyelamatkan Maradona, padahal mereka tahu Maradona tengah sekarat.

Hukuman Berat Menanti

Tujuh orang yang dituntut itu pun kini diputuskan menjadi tersangka atas dugaan pembunuhan Maradona. Sebagai tersangka, ketujuh tim medis itu diminta tak berpergian keluar Argentina sebelum memberi kesaksian di pengadilan. Dikutip dari The Athletic, para terdakwa dijadwalkan akan mulai mengungkapkan kesaksian pada tanggal 31 Mei 2021.

Sampai saat ini, dewan medis yang dibentuk kejaksaan San Isidro disebut masih terus mengusut kasus meninggalnya Maradona. Apabila memang ditemukan bukti kesalahan tim medis, maka para tersangka dihadapkan dengan hukuman yang tak main-main. Jika memang bersalah, maka mereka akan dijerat sanksi 8 hingga 25 tahun kurungan.

Pembelaan Tersangka

Ahli bedah saraf yang ikut dituntut atas meninggalnya Maradona, Leopoldo Luque juga pernah memberikan komentarnya secara publik, sesaat setelah kematian Maradona. Luque mengatakan bahwa ia sudah melakukan yang terbaik untuk Maradona. Tapi pertolongan itu ternyata tak bisa menyelamatkan nyawa sang legenda.

Psikiater Agustina Cosachov juga pernah membantah timnya lalai ketika merawat Maradona. Sementara itu, awal bulan ini, kuasa hukum Luque, Julio Rivas juga sudah pernah menyampaikan pembelaannya. Rivas menilai laporan dari tim forensik cacat serta tidak masuk akal karena tanpa didasari bukti ilmiah.

Sosok Ikonik dan Legendaris

Selama berkarir di lapangan hijau, Maradona sendiri dikenal sebagai salah satu pesepakbola terbaik. Nama Maradona menjadi semakin ikonik lewat gol tangan tuhan yang ia cetak ke gawang Inggris di ajang World Cup 1986. Di tahun yang sama, Maradona pun sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia untuk Albiceleste.

Usai pensiun sebagai pemain, Maradona melanjutkan karir sebagai manajer dan pernah menangani sejumlah tim, termasuk timnas Argentina. Gimnasia La Plata menjadi klub terakhir yang ia latih sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Maradona sendiri tutup usia pada 25 November 2020.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version