BRI Liga 1 Arema FC Kalah Lagi! Apa Penyebabnya

0
96

Debatbola.com – Kabar mengejutkan terjadi lagi pada Arema FC ketika berlaga BRI Liga 1 2021/2022 kemarin. Arema FC harus rela kalah dari Persik Kediri. Ini tentu menjadi bahan perbincangan pencinta sepak bola, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Arema FC bisa kalah 2 kali beruntun setelah sebelumnya 23 kali laga tanpa kekalahan?

Bukan Persoalan Mental ?

Karena Arema FC kalah dalam dua laga secara berurutan, banyak yang menduga ini terjadi karena persoalan mental yang dimiliki para pemain Arema FC. Banyak yang mengira kekalahan Arema FC untuk pertama kali setelah 23 laga tanpa kekalahan, membuat mental Arema FC Down. Ini tentu sangat mengejutkan banyak orang, apalagi para pemain Arema FC.

Ketika Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya, para pemain Arema FC belum bisa move on karena ini merupakan kekalahan yang sangat tidak terduga. Kemudian banyak yang beranggapan bahwa ketika melawan Persik Kediri, mental Arema FC belum pulih dengan sempurna. Ini tentu menjadi hal yang sangat berat apabila anggapan tersebut benar.

Tidak hanya itu, adanya ekspektasi dari pihak manajemen menjadikan kekalahan pertama sebagai beban yang berat. Karenanya, ketika berhadapan dengan Persik Kediri, klub asal Malang ini tertekan hingga akhirnya menelan kekalahan lagi. Pasalnya pihak manajemen Arema FC sangat berekspektasi bahwa Arema FC akan menjuarai liga musim ini.

Pelatih Arema FC menepis hal tersebut, bahwa kekalahan Arema FC bukan karena mental yang down. Semua pemain sudah bertanding semaksimal mungkin untuk memenangkan setiap laga. Hanya saja, kala itu banyak pemain yang umpan-umpannya kurang akurat. Semua dikatakan pelatih Arema FC dalam jumpa pers.

Strategi Tidak Maksimal?

Dalam laga terakhirnya kemarin, ketika Arema FC berhadapan dengan Persik Kediri terjadi perubahan pemain secara bersama-sama langsung. Saat itu Arema FC mengganti 3 pemain di babak kedua. Diego Michiels, Sandi Sute, dan Dedik Setiawan masuk ke lapangan.

Pergantian tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengubah keadaan skor sementara pertandingan. Arema FC memang memasukkan ketika pemain tersebut ketika masih skor imbang kacamata. Arema FC memang sangat berambisi mengubah keadaan dengan secepat mungkin. Namun sayang keputusan yang dilakukan secara bersamaan menjadi awal dari blunder Arema FC.

Penggantian pemain tanpa berkala menjadikan sedikit perubahan pada pola permainan. Bukannya semakin baik, pola permainan malah sedikit berkurang dari sebelum ketiga pemain tersebut masuk. Mungkin saja apabila pergantian pemain dilakukan bertahap, Arema FC dapat melihat perubahan satu persatu.

Kemudian untuk pergantian pemain ke 2 dan ke 3 dapat dilakukan sedikit penyesuaian taktik bertahan dan serangan. Namun ternyata apa yang dilakukan Arema FC menjadi kesalahan ketika Jayus Hariono, Rizky Dwi, dan M. Rafli ditarik keluar.

Kesempatan Juara Semakin Berkurang?

Setelah dua kekalahan berturut yang dialami Arema FC, tentu kesempatan untuk meraih kemenangan dalam BRI Liga 1 2021/2022 sangat berkurang. Kondisi terkini Arema FC tergeser oleh Bali United di posisi ke 2 klasemen sementara. Setelah sebelumnya Arema FC dapat bertahan lama di puncak klasemen.

Terlebih saat ini posisi Arema FC di klasemen ke 2 sangat rawan digeser klub di bawahnya. Persib Bandung dan Bhayangkara dengan sangat mudah menggeser Arema FC dari posisi 2 klasemen apabila Arema FC mengalami kekalahan lagi. Apabila Persib Bandung dan Bhayangkara FC menang di laga selanjutnya, maka Arema FC akan turun peringkat.

Arema FC tidak hanya mendapat ancaman dari klub yang posisi peringkat klasemen di bawahnya. Namun Arema FC juga terancam semakin jauh tertinggal apabila puncak klasemen, Bali United memenangkan pertandingan selanjutnya sedangkan Arema FC mengalami kekalahan. Untuk itu harus dipastikan bahwa Arema FC akan menang di laga berikutnya.

Kini laga yang tersisa adalah 6 pertandingan bagi Arema FC. Apabila mengalami kekalahan 1 kali saja, maka sangat sulit Arema FC akan menjuarai BRI Liga 1 2021/2022. Arema FC harus menang berturut-turut selama 6 laga terakhir, dengan catatan posisi peringkat 1 klasemen harus mengalami kekalahan setidaknya 1 kali.

Apabila Bali United tidak kalah dalam laga terakhirnya, maka dipastikan Arema FC tidak akan menjuarai BRI Liga 1 musim 2021/2022. Hal ini akan sangat membantu untuk evaluasi dari Arema FC. Selain itu, Arema FC juga bisa melakukan beragam improvisasi di laga berikutnya supaya pola permainan Arema FC tidak mudah dihafal lawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here