Brace Alfarizi Menyelamatkan Muka Arema dari kekalahan Atas Borneo FC

0
50

Debatbola.com – Pekan 32 Liga 1 menyajikan duel sengit antara Arema FC melawan Borneo FC. Kedua tim berusaha untuk dapat memenangkan pertandingan guna mendongkrak posisi mereka di papan klasemen. Namun keduanya harus rela berbagi poin setelah harus bermain imbang 2-2. Arema sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berhasil menyamakan kedudukan.

Kedua tim menurunkan skuad terbaik mereka dimana Arema mengandalkan Carlos Fortes dan Dendi Santoso. Sementara Borneo FC menurunkan Trio Jonathan Bustos, Francisco Torres, dan Terens Puhiri pada lini serang mereka.

Pelatih Borneo FC Kecewa dengan Hasil Imbang

Pelatih Pesut Etam, Fakhri Husaini mengaku kecewa dan tidak mengharapkan hasil imbang ketika menghadapi Singo Edan. Menurutnya, permainan tim asuhannya pada babak pertama sudah bagus, baik saat melakukan penyerangan maupun bertahan. Dua gol yang diciptakan juga hasil kombinasi yang diawali dengan proses yang luar biasa.

Namun permainan apik Borneo FC pada babak pertama tidak berlanjut di babak kedua meskipun mereka masih bisa mengontrol jalannya pertandingan. Dua gol balasan dari Arema berawal dari bola mati yang sulit diantisipasi pasukan Pesut Etam. Hal ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi Borneo FC saat mengantisipasi bola mati di dua pertandingan tersisa.

Alfarizi Aktor Comeback-nya Arema

Hasil imbang ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan kedua tim, pasalnya baik Pesut Etam maupun Singo Edan berusaha memperbaiki posisi mereka di papan klasemen. Akan tetapi hasil imbang ini patut disyukuri bagi Arema terlebih hingga paruh babak pertama berakhir, tim Singo Edan tertinggal dua gol lebih dulu. Aktor dibalik keberhasilan Arema dalam menyamakan kedudukan adalah Alfarizi. Pada pertandingan ini, Alfarizi berhasil mencetak gol yang keduanya berawal dari bola mati.

Borneo FC langsung menebar ancaman sejak peluit babak pertama dibunyikan alhasil Borneo mampu mengungguli Arema terlebih dahulu melalui gol yang diciptakan Jonathan Bustos dan Wawan Febrianto. Tertinggal dua gol di babak pertama, Arema mengubah pola permainan mereka pada paruh kedua. Dua gol sang kapten, Alfarizi berhasil menyelamatkan muka Singo Edan dari kekalahan. Skor 2-2 untuk Arema dan Borneo FC tidak berubah hingga akhir pertandingan.

Penampilan Adilson Maringa Menjadi Sorotan

Sempat menjadi perbincangan publik berkat penampilan apiknya pada awal Liga 1, performa Adilson Maringa pada beberapa pertandingan terakhir menjadi sorotan. Tercatat dalam 6 pertandingan terakhir, kiper asal Brasil ini selalu kebobolan oleh lawan. Terbaru mantan kiper UD Vilafranquense di Liga 2 Portugal menjadi bulan-bulanan pasukan Pesut Etam sehingga menambah jumlah kebobolan tim Arema.

Kebobolan sebanyak sembilan kali dalam enam laga terakhir menjadi catatan buruk bagi Maringa. Pelatih Eduardo Almeida perlu melakukan evaluasi sebelum menyelesaikan sisa pertandingan Liga 1 musim ini. Arema masih menyisakan dua laga terakhir yakni melawan Persikabo dan PSM Makassar.

Arema Bersyukur Tidak Jadi Kalah Meski Gagal Geser Posisi Persebaya

Meskipun gagal meraih tiga poin, namun pelatih Arema FC, Eduardo Almeida merasa bersyukur karena anak asuhannya tidak menelan kekalahan. Menurutnya, meskipun berambisi bisa memenangkan pertandingan, namun bisa menyamakan skor setelah tertinggal dua gol terlebih dahulu patut disyukuri. Hasil imbang atas Borneo membuat langkah mereka untuk finish di posisi tiga besar semakin berat. 

Hingga pekan ke 32, Arema berada di posisi 5. Mereka tertinggal 3 poin dari Bhayangkara FC di posisi 3 dan gagal menggeser Persebaya di posisi 4 dengan jarak keduanya kini terpaut satu poin saja. Ambisi Arema untuk dapat menjuarai Liga 1 sudah tertutup. Namun mereka masih punya kesempatan untuk dapat finish di posisi tiga besar klasemen akhir liga 1 musim ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here