Bhayangkara FC Amankan Posisi Puncak, Ini Cerita Kekalahan Persela

0
48

Debatbola.com – Bhayangkara FC memetik kemenangan dengan meyakinkan 2-0 pada laga kontra Persela Lamongan dalam pekan ke-16 Liga Indonesia musim ini. Hal itu lantas membuat The Guardian mengamankan puncak klasemen sementara.

Gol demi gol yang dihasilkan ini melalui Ezechiel N’Douassel pada menit ke-41 dan Muhammad Hargianto pada menit ke-29. Kedua pemain itu mencetak golnya bukan dari kaki melainkan dengan sundulan kepala.

Paul Apresiasi Anak Asuhnya

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster mengatakan bahwa dirinya tidak lupa untuk mengapresiasi tinggi atas kinerja anak asuhnya. Terlebih mereka yang telah berhasil mencatatkan clean sheet, meski dihadapkan pada jadwal yang padat.

Paul Munster menambahkan bahwa dirinya begitu senang dengan hasil performa anak asuhnya. Meski jeda waktu yang dimiliki untuk persiapan sangatlah sedikit, mereka tetap bisa bermain dengan baik dan mencatat clean sheet. Kemenangan The Guardian atas Persela Lamongan ini sekaligus mengamankan posisi tertingginya di klasemen sementara.

Tim milik kepolisian Republik Indonesia itu telah unggul lima angka dari pesaing terdekatnya Persib Bandung yang baru memainkan 15 pertandingan. Paul Munster juga mengomentari debut yang dilakukan oleh pemain muda Bhayangkara FC Muhammad Surya Maulana. Sosok yang berusia 20 tahun itu dimainkan pada menit ke-80, menggantikan Hargianto.

Paul Munster mengatakan bahwa tugasnya dalam pertandingan ini telah selesai. Bhayangkara FC telah berhasil mencetak gol dan tidak kebobolan. Selain itu dirinya juga memainkan sosok pemain muda, semangat kerasnya mendapatkan hasil yang memuaskan.

Hargianto: Pertandingan yang Seru

Sementara itu, Hargianto mengatakan bahwa laga kontra Persela ini bukanlah hal mudah. Namun, Bhayangkara FC memang layak untuk menang lantaran lebih fokus dan memiliki keinginan menang yang lebih besar.

Hargianto menambahkan bahwa kedua tim memang telah memberikan pertandingan yang seru. Pihaknya tentu ingin menjaga tren positif yang hingga kini masih berada di nomor satu klasemen. Setiap pertandingan itu sulit sehingga harus tetap fokus dan tidak boleh merasa sombong sedikitpun.

Cerita Persela

Disisi lain, kekalahan Persela Lamongan dengan skor 0-2 dari Bhayangkara FC ini ternyata menyisakan kisah yang kurang menyenangkan. Seharusnya Persela bisa mencetak gol balasan dalam laga pekan ke-16 itu. Menjelang akhir pertandingan, Persela Lamongan mendapatkan hadiah berupa penalti ketika laga sebenarnya telah melebihi injury time.

Hal ini lantaran striker Ivan Carlos dijatuhkan oleh Surya Maulana di kotak penalti saat melakukan drible. Ivan Carlos sendiri tampil sebagai eksekutor penalti. Dirinya mengarahkan bola sisi kanan gawang Bhayangkara. Akan tetapi, kiper Awan Setho Raharjo berhasil bergerak dengan tepat dan menepis tembakan striker asal Brasil itu dengan tangan kanan.

Meski Ivan Carlos mencetak gol, sebetulnya tidak banyak pengaruhnya pada Persela. Hal ini lantaran Laskar Joko Tingkir tetap kalah dan tidak mendapatkan poin. Juru taktik Ragil Sudirman mengatakan bahwa kegagalan Ivan Carlos ini di luar kendali. Dirinya sudah melakukan persiapan ketika latihan.

Namun, memang begitulah dunia sepakbola, penalti bisa gol bisa tidak. Ragil Sudirman menegaskan seharusnya pinalti itu harus masuk. Kesempatan penalti sebetulnya adalah hal yang baik bagi Ivan Carlos untuk bisa menambah catatan gol pribadinya. Selain itu Persela juga bisa menambah catatan memasukkan yang mungkin bisa berpengaruh dalam penentuan klasemen.

Persela sebenarnya bermain dengan kurang rapi dalam membangun serangan sehingga tidak banyak melahirkan ancaman dan pertahanan Bhayangkara. Aliran bolanya juga terasa tidak berjalan dengan baik. Ketidakhadiran Jabar Sharza cukup berdampak bagi pemain tim asal Kota Soto itu.

Ragil Sudirman mengatakan bahwa dirinya akan tetap melakukan evaluasi untuk menatap laga selanjutnya. Dirinya juga akan memberi motivasi kepada anak asuhnya supaya mereka bangkit dari kesalahan dan tidak terulang kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here