Bermain Dalam Kondisi Buruk, Persik Kediri Bermain Imbang Melawan PSIS Semarang

0

Debatbola.com – Dalam laga ke-23 Liga Indonesia, Persik kediri harus puas berbagi satu angka saat melawan PSIS Semarang. Pertandingan yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta pada Minggu 6 Februari 2022 ini harus berakhir dengan skor 0-0. Kedua tim berusaha tampil menyerang dari awal pertandingan dimulai, akan tetapi kondisi lapangan yang becek akibat hujan deras menyebabkan permainan keduanya kurang maksimal.

Lapangan Tergenang Air

Hujan deras yang mengguyur lapangan sejak awal laga menyebabkan beberapa area tergenang oleh air. Hal ini menyebabkan para pemain sulit untuk memberikan umpan datar. Bahkan pada beberapa momen, pemain sulit mengontrol bola akibat terhambat oleh air. Kondisi buruk ini disesali oleh kedua tim terutama para pelatih.

Pelatih Persik Kediri, Javier Roca menyesalkan kondisi cuaca yang buruk dengan mengatakan permainan pada laga itu lebih seperti bermain rugby daripada sepakbola. Persik Kediri yang biasanya bermain dengan melakukan penguasaan bola, pada laga tersebut bermain dengan berantakan. 

Hal serupa juga dikeluhkan oleh pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic. Pada konferensi pers pasca laga berakhir, dia mengungkapkan bahwa kondisi lapangan sangat buruk sehingga tim asuhannya sulit untuk mengembangkan permainan pada kondisi lapangan seperti itu.

Kedua Tim Tidak Tampil Dengan Skuad Utama

Selain kondisi lapangan yang buruk, faktor lain yang menyebabkan kurang maksimalnya pertandingan kali ini adalah badai Covid-19. Akibat Covid yang menyerang beberapa pemain sepakbola belakangan ini, menyebabkan kedua tim tidak dapat menurunkan beberapa pemain terbaiknya. Alhasil Persik Kediri maupun PSIS Semarang harus menurunkan pemain seadanya.

Akibat Covid-19, Persik Kediri tidak dapat menurunkan striker sekaligus top skor andalan tim Macan Putih. Kondisi PSIS Semarang jauh lebih buruk lagi, tim Mahesa Jenar hanya membawa 15 pemain saja saat menjamu Persik Kediri. Hal ini dikarenakan setidaknya ada 12 pemain dan 3 Official tim PSIS terpapar Covid-19. Beberapa pemain penting seperti Jonathan Cantillana dan Chevaughn Walsh tidak dapat dimainkan.

Selain kedua pemain asing tersebut, PSIS Semarang juga tidak dapat menurunkan pemain lokal seperti Hari Nur Yulianto, Frendi Saputra, dan Septian David Maulana yang biasa mengisi starting line-up. Alhasil banyak pemain yang terpaksa bermain tidak pada posisi aslinya guna menutup posisi yang ditinggal para pemain tersebut.

Alfeandra Dewangga Menjadi Playmaker

Salah satu hal yang mengejutkan dari rotasi pemain PSIS Semarang ini yaitu dijadikannya Alfeandra Dewangga menjadi gelandang serang. Bek tangguh PSIS dan juga Timnas Indonesia ini juga terkena dampak dari minimnya skuad PSIS Semarang yang dapat diturunkan kala itu. Alfeandra Dewangga yang biasanya bermain di jantung pertahanan, pada pertandingan ini bermain sebagai pengatur serangan tim Mahesa Jenar.

Bahkan pada 15 menit terakhir, permainan Dewangga jauh lebih ofensif dari sebelumnya. Menurut sang pelatih Dragan Djukanovic, dia melakukannya karena PSIS dalam situasi darurat dan berharap tendangan keras dari Dewangga mampu menciptakan peluang. Kondisi PSIS Semarang kala itu dapat dibilang cukup buruk untuk dapat melakoni sebuah laga.

PSIS Semarang Dinaungi Dewi Fortuna

Meskipun tampil dengan kondisi tim yang buruk, namun PSIS Semarang harus bersyukur karena keberuntungan masih berpihak pada mereka. Pasalnya di babak kedua Persik Kediri tampil lebih menyerang dan beberapa kali membahayakan gawang PSIS Semarang yang dijaga oleh Jandia Eka Putra. 

Bahkan beberapa peluang emas dari Persik Kediri yang hampir membobol gawangnya masih dapat diselamatkan tiang gawang. Setidaknya ada 3 tendangan dari pemain Persik Kediri yang mengenai tiang gawang. Alhasil kedua tim gagal mencetak gol hingga akhir pertandingan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version