Berita Liga Indonesia Terbaru: Lagi, PSS Sleman Ketiban Sial

0
73

Debatbola.com – Kontestan Liga 1 Indonesia, PSS Sleman belum berhenti keluar dari permasalahan internal tim. Setelah mendapatkan musibah insiden pembakaran kantor manajemen PSS Sleman hari Minggu 28 November 2021 oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, kini mereka harus mendapati bahwa jika dokter tim mereka merupakan dokter gadungan.

Profesi yang ditekuni oleh Elwizan Aminudin sebagai dokter gadungan berhasil terkuak setelah pihak PT LIB melakukan verifikasi. Meskipun Elwizan Aminudin sudah mengundurkan diri dalam beberapa pekan kemarin, namun hal ini menjadi sorotan di media. Pihak PSS Sleman pun akan terus menindaklanjuti perihal kasus tersebut.

Sudah Dikonfirmasi PT LIB

PT LIB selaku operator Liga 1 Indonesia turut membenarkan perihal bahwa dokter tim PSS Sleman merupakan dokter gadungan. Pernyataan tersebut sesuai dengan apa yang telah dilakukan PT LIB untuk mencari kebenaran dalam hal tersebut. Akhmad Hadian Lukita yang menjabat sebagai Direktur Utama PT LIB Ikut berkomentar dan membenarkan perihal kasus tersebut.

Isu tersebut marak diperbincangkan di media sosial. Hal tersebut mulai membuat PT LIB langsung bergerak untuk melakukan pengecekan ke berbagai organisasi. Dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia serta Konsil kedokteran Indonesia isu tersebut pun berubah menjadi fakta yang sangat benar. Dari hasil tersebut maka dibenarkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki ijazah kedokteran.

“Kami sudah melakukan pengecekan dengan selalu berkoordinasi melalui Satgas Covid-19 PT LIB” Ucap Bang Lukita sapaan akrabnya. “Serta telah bekerja sama dengan pihak IDI dan KKI bahwa yang bersangkutan memang benar tidak punya ijazah kedokteran” tambahnya. Ditambah dengan hasil pengecekan ke Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, didapati tidak ada ijazah yang bernama orang tersebut.

Pembelajaran Bagi PT LIB dan Klub Kontestan Liga Indonesia

Belajar dari kesalahan yang menimpa PSS Sleman, pihak PT LIB pun akan mencanangkan sebuah aturan yang dapat memperketat mengenai proses verifikasi dokter klub Liga Indonesia. Aturan tersebut berlaku bagi semua tim tanah air yang berlaga di kompetisi nasional. Langkah yang diambil oleh PT LIB supaya dapat mencegah hal memalukan tersebut dapat terulang kembali.

“Verifikasi sebelumnya dilakukan oleh manajemen klub itu sendiri, tapi selanjutnya untuk pembelajaran verifikasi dokter klub akan kami ambil alih” tandas Lukita. “Kejadian ini sangat berbahaya, apalagi profesi dokter menyangkut dengan kesehatan” tambahnya. Setelah mengetahui perihal tersebut PSSI dan PT LIB pun akhirnya bertindak sangat cepat.

Respon dari Manajemen PSS Sleman

Sementara itu pihak PSS Sleman yang terus tertimpa kesialan dalam minggu-minggu ini ikut berkomentar terkait permasalahan ini. Melalui Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Andy Whardana Putra pihaknya mengakui ada kesalahan dan akan mendalami kasus tersebut. “Dia telah mengundurkan diri kurang lebih dua pekan lalu dengan alasan ingin mengurus ibunya yang sakit” ucap Andy.

“Kami dari pihak klub PSS Sleman terus berupaya untuk mendalami kasus ini, dan akan bekerja sama dengan berbagai pihak” tambahnya. Upaya yang dilakukan pihak klub PSS Sleman itu sepertinya akan sama persis dengan apa yang dilakukan PT LIB. Pihak manajemen klub tim berjuluk Elang Jawa itu akan terus mengupayakan mencari klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Dengan kejadian tersebut PSS Sleman yang baru saja mendapatkan musibah kembali harus bekerja lebih ekstra untuk menyelesaikan kasus tersebut. Sementara itu PSS Sleman sendiri bukan merupakan tim pertama yang dibohongi oleh Elwizan Aminudin. Tercatat sudah ada beberapa seperti Bali United, TIRA Persikabo, Barito Putera dan Kalteng Putra bahkan Timnas u-19 pernah dia bohongi.

PSS Sleman sendiri baru saja melakukan pertandingan lanjutan liga Indonesia pada hari Jumat, 4 November 2021 dengan berhasil melakukan comeback. PSS berhasil mengandaskan perlawanan PSIS Semarang dengan skor tipis 2-1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here