Begini Penyebab Klub Milik Atta Halilintar, PSG Pati Terpuruk di Zona Degradasi

0
82

Debatbola.com – Perhelatan kompetisi sepakbola kasta kedua di Indonesia, Liga 2 musim ini sepertinya akan sangat menyita perhatian publik usai banyak figure tanah Air yang ikut mewarnai menjadi pemilik klub. Setelah Raffi Ahmad yang mengakuisisi Cilegon United menjadi Rans Cilegon United, terdapat pula Youtuber Atta Halilintar bersama dengan Putra Siregar mengakuisisi klub PSG Pati.

Pemilik Baru PSG Pati

Setelah mendapatkan pemilik yang baru. Atta Halilintar mempunyai niat untuk mengganti nama klub menjadi AHHA PS Pati. Akan tetapi, niatan tersebut harus terbentur dengan aturan dari PSSI. Akhirnya nama PSG Pati pun tetap dipakai untuk laga Liga 2 Indonesia 2021.

Sokongan dana yang melimpah dari pemilik dan banjirnya sponsor, kini membuat PSG Pati menjadi salah satu tim bertabur bintang dalam perhelatan Liga 2 2021. Terdapat sejumlah nama berlabel mantan pemain Liga 1 dari Timnas yang ikut bergabung dengan klub Kuda Hitam Saridin ini.

Pemain yang baru direkrut ini diantaranya yakni eks pemain Timnas Indonesia Nurhidayat Haji Haris, Sutan Zico, Yudha Febrian dan Zulham Zamrun. Ada eks Arema FC Syaiful Indra Cahya, serta eks Sriwijaya FC Risky Novriansyah.

Dengan materi pemain yang mentereng tentu PSG Pati ini berharap bisa meraih hasil yang baik di kancah sepakbola nasional. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya laga, harapan tersebut sepertinya gagal terwujud. Hal ini lantaran PSG Pati justru tampil sebagai tim yang pesakitan.

Tergabung di grup C yang terdiri dari Persijap Jepara, PSCS Cilacap, PS Hizbul Wathan, PSG Pati tampaknya kesulitan bersaing. Mereka kini menempati urutan ke-5 klasemen sementara Grup C Liga 2.

Tentu sudah dipastikan PSG Pati tidak bisa lolos dalam babak 8 besar. Mereka tengah berusaha untuk bisa keluar dari zona degradasi, lantaran saat ini memang poinnya hanya berselisih satu dengan Hizbul Wathan.

PSG Pati sempat berbenah pada putaran kedua, yakni dengan mengganti pelatih dari Ibnu Grahan menjadi Joko Susilo. Kemudian PSG Pati juga mendatangkan pemain naturalisasi Osas Saha dan pemain dari Aceh yang berbakat, Muhammad Fayrushi.

Namun, perombakan yang dilakukan oleh pihak manajemen itu tidak cukup mampu untuk mengangkat performa PSG Pati hingga kini. Klub yang diakuisisi oleh suami Aurel Hermansyah itu nampaknya harus berjuang hingga akhir pertandingan kontra Hizbul Wathan.

Penyebab Keterpurukan PSG Pati

Skuat PSG Pati ini banyak dihuni pemain berpengalaman di bidang sepakbola Indonesia. Hal ini justru tidak mencerminkan mereka sebagai pemain profesional ternama. Lantaran dari sekian bintang PSG Pati, ada beberapa nama yang memiliki masalah emosional di lapangan.

Hal itu bisa dibuktikan dengan permainan kasar dari beberapa pertandingan seperti pada laga uji coba kontra Persiraja Banda Aceh September lalu. Salah satu insiden itu melibatkan Syaiful Indra Cahya yang mengangkat kakinya terlalu tinggi ketika menyapu bola. Sehingga, kakinya dengan telak mengenai wajah pemain Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhif.

Syaiful Cahya yang bermain untuk PSG Pati ini kemudian mendapatkan kartu merah. Begitu pula dengan Zulham Zamrun yang melakukan dua pelanggaran keras secara beruntun. Permainan kasar itu rupanya dibawa hingga pertandingan Liga 2 Indonesia. Zulham Zamrun bahkan harus mendapatkan kartu merah akibat permainan kasarnya ketika laga kontra PSIM Yogyakarta.

Hukuman kartu merah yang diterima tentu merugikan pihak PSG Pati, lantaran kehilangan sang kapten di laga hidup mati kontra Hizbul Wathan. Penderitaan yang dialami oleh PSG Pati tidak hanya di lapangan lantaran ulah pemainnya tetapi juga ketika di luar lapangan.

Mereka harus menerima hukuman Komdis PSSI, lantaran sudah melanggar regulasi dengan menurunkan pemain ilegal yakni I Gede Sukadana. Gelandang asal Bali itu kini dilarang bertanding.

Akibatnya kini PSG Pati harus melorot ke urutan 5. Joko Susilo menyebutkan bahwa masih banyak kendala lain yang dialami oleh timnya sehingga akan menambah beban yang berimbas pada prestasi klub.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here