Bantai AS Roma, MU Pantang Puas Diri

0
203

Debatbola.com – Manchester United menunjukkan keperkasaannya saat berlaga di Old Trafford pada leg pertama semifinal Liga Europa menghadapi AS Roma. Meski sempat tertinggal 1-2, Setan Merah mampu bangkit dan menggila bahkan mencetak lima gol untuk mengakhiri laga dengan skor 6-2.

Keberhasilan MU mencetak enam gol ini merupakan yang pertama bagi MU perihal mencetak lebih dari lima gol dalam satu pertandingan di kompetisi UEFA. Terakhir kali mereka melakukannya terjadi pada 2007, di mana saat itu pun mereka berhasil cetak tujuh gol saat menghadapi lawan yang sama, AS Roma.

Penampilan impresif ditunjukkan para pemain MU khususnya pada babak kedua. Bruno Fernandes dan Edinson Cavani sukses mencetak masing-masing dua gol pada laga ini. Gol Paul Pogba dan Mason Greenwood melengkapi keganasan MU di lini depan.

Pelatih Man United, Ole Gunnar Solskjaer, enggan terlena dengan kemenangan telak ini. Ia mewanti-wanti pada para pemainnya untuk tetap fokus dan bersiap menghadapi leg kedua yang akan digelar di Roma.

“Belum, aku belum menganggap tugas sudah selesai. Walaupun memang apa yang kami lakukan sudah sangat bagus. Kami tampil baik tapi kami tahu kalau mereka punya kualitas,” ujar Solskjaer.

“Mereka mencetak dua gol dari dua peluang yang kami berikan untuk mereka. Sebetulnya mereka tidak mencetak banyak peluang saat menghadapi Ajax. Kami punya babak kedua yang sangat bagus.”

Babak kedua MU memang menggila. Skor 1-2 saat turun minum, lima gol berhasil dicetak MU. Total 20 tembakan dibuat, sedangkan Roma hanya 5 kali. SItuasi ini tak terlepas dari kondisi Roma yang terpaksa mengganti tiga pemain sejak babak pertama akibat cedera.

Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca, mengklaim cedera pemain yang membuatnya harus mengganti Pau Lopez, Jordan Veretout, dan Leonardo Spinazzola di luar ekspektasinya. Rencananya buyar, dan ia kesulitan bangkit tanpa adanya sisa pergantian pemain.

“Sangat sulit menjelaskan sebuah tim yang bermain bagus di babak pertama tapi mengalami situasi yang buruk di babak kedua. Sangat sulit bermain melawan tim seperti United tanpa punya pergantian pemain,” ujar Fonseca pada Sky Sports.

“Kami sudah bermain positif hingga babak ini, kami juga bermain bagus pada babak pertama. Tapi babak kedua segalanya menjadi salah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here