Asal Mula Shin Tae-Yong Minta Pemain Naturalisasi

0
34

Debatbola.com – Shin Tae-Yong mampu membawa perubahan yang cukup besar sejak menjabat sebagai pelatih Timnas. Bahkan level Timnas meningkat drastis baru-baru ini berkat perjuangan dari Shin Tae-Yong. Ranking FIFA Timnas Indonesia naik cukup signifikan serta lolos Piala Asia dari fase grup untuk pertama kalinya.

Dari sekian program pelatih asal Korea Selatan itu, permintaan pemain naturalisasi yang menjadi sorotan. Baru-baru ini PSSI membocorkan asal mulanya mengapa Shin Tae-Yong langsung meminta pemain naturalisasi ketika melatih Timnas. Rupanya permintaan tersebut diajukan ketika Shin Tae-Yong baru saja menandatangani kontrak.

Langsung Minta Ketika Dikontrak

Salah satu anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani baru-baru ini memberi bocoran mengenai alasan utama Shin Tae-Yong meminta pemain naturalisasi. Keinginan pelatih asal Korea Selatan itu muncul ketika melihat materi pemain Indonesia. Permintaan tersebut merupakan permintaan murni sang pelatih ketika baru saja menandatangani kontrak.

Target yang dipasang PSSI pada Shin Tae-Yong saat menerima jabatan sebagai Pelatih Timnas cukup tinggi. Shin Tae-Yong sendiri menganggap materi pemain yang dimiliki Indonesia saat ini masih belum cukup. Karena hal itulah dirinya langsung meminta pemain naturalisasi untuk mencapai target tersebut.

Setelah mendengar permintaan dari Shin Tae-Yong, Exco PSSI itu langsung menghubungi rekannya di Eropa. Tujuannya yaitu mencari informasi pemain keturunan Indonesia yang kini sedang berkarir di klub-klub benua biru itu. Dari situlah muncul nama-nama pemain keturunan yang kemudian diserahkan pada Shin Tae-Yong.

Dalam memilih pemain keturunan yang akan dinaturalisasi, rupanya Shin Tae-Yong tidak asal menunjuk saja. Ada tim khusus milik pelatih tersebut yang bertugas menyeleksi dari segi skill dan kapasitas pemain. Baru kemudian muncullah nama pemain yang kini sedang dalam proses dinaturalisasi oleh PSSI

Mendapat lampu hijau, nama pertama yang kemudian dinaturalisasi oleh PSSI yaitu Ezra Walian. Proses naturalisasi pemain kelahiran Belanda itu selesai di era Shin Tae-Yong setelah sempat tersendat lantaran masalah dokumen. Kini Ezra Walian bisa kembali membela timnas setelah terakhir kali di tahun 2017 lalu.

Pasca Ezra Walian, Shin Tae-Yong kembali menyodorkan sejumlah pemain keturunan untuk dinaturalisasi oleh PSSI. Diantara semua nama yang diajukan, 3 diantaranya yaitu Jordi Amat, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama sudah memasukkan berkasnya ke DPR. Kini tinggal menunggu proses naturalisasi tersebut selesai agar bisa segera membela Timnas.

Kabar Sandy Walsh dan Jordi Amat

Shin Tae-Yong paling menunggu dua pemain yaitu Sandy Walsh dan Jordi Amat diantara pemain keturunan yang di naturalisasi. Pasalnya kedua pemain itu diproyeksikan bisa memperkuat Timnas di Piala Asia 2023 nanti. Sayang sekali proses naturalisasi keduanya terkesan berbelit-belit sehingga gagal membela Timnas di kompetisi itu.

Situasi tersebut tentu membuat publik bertanya-tanya pasalnya proses naturalisasi keduanya sudah dimulai sejak awal tahun. Sebagai Exco yang menangani naturalisasi kedua pemain itu, Hasani kemudian buka suara. Menurut Hasani, berkas naturalisasi keduanya kini sudah sampai di DPR dan tinggal menunggu persetujuan.

Exco tersebut juga membeberkan lamanya proses naturalisasi dikarenakan prosedur yang cukup panjang dan harus melibatkan Kemenkumham. Proses yang paling lama ketika berkas tersebut sampai di Kemensetneg agar bisa keluar keputusan Presiden. Kini berkas tersebut sudah sampai di DPR untuk meminta persetujuan.

Setelah disetujui oleh DPR, baru nanti Presiden akan menandatangani berkas naturalisasi. Karena panjang proses tersebut lah Hasani Abdulgani kemudian meminta doa agar cepat selesai. Berdasarkan kabar yang beredar, kemungkinan Sandy Walsh dan Jordi Amat sudah bisa bergabung di FIFA Matchday September nanti.

Sampai Kapan Naturalisasi Dilakukan?

Semenjak kabar naturalisasi pemain digaungkan oleh Timnas, muncul tanda tanya kapan berakhirnya program tersebut. Pasalnya hingga kini tidak ada batasan dari FIFA mengenai jumlah pemain yang boleh dinaturalisasi. Namun tidak mungkin jika kesebelas pemain Timnas merupakan naturalisasi dan tidak ada pemain lokal.

Menurut Hasani, program naturalisasi pemain di Indonesia memang tidak terbatas lantaran memang tidak ada aturan FIFA yang membatasi. Namun dirinya akan lebih mengedepankan etika untuk membatasi program naturalisasi itu. Berdasarkan acuan yang dibuat Hasani, 3 sampai 4 pemain naturalisasi itu sudah mencukupi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here