Arema FC VS Madura United, Menit Akhir Laga, Keberuntungan Tim Singo Edan

0
42

Debatbola.com – Juru taktik Arema FC, Eduardo Almeida mengakui bahwa kemenangan timnya atas Madura United ini diraih dengan cara yang tidak mudah. Laga pekan kesepuluh ini berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Senin (01/11/2021). 

Kemenangan Di Menit Akhir

Tim Singo Edan sudah membayangkan untuk bisa kembali meraih hasil seri di ujung laganya. Satu angka yang kedua kali diraih oleh Dendi Santoso dan rekan-rekannya saat tahan imbang 2-2 kontra Persita Tangerang pekan kemarin. Akan tetapi, tendangan bebas Rizky Dwi Febrianto di laga kemarin berhasil mengubah skor akhir Arema FC

Di menit-menit akhir pertandingan satu gol tercipta sehingga Arema FC unggul 2-1. Dalam konferensi persnya Eduardo Almeida mengatakan bahwa yang jelas kemenangan timnya ini adalah hasil dari kerja keras semua pemain. Tentu dirinya harus mengapresiasi mereka.

Seusai memungkasi jeda turun minum tanpa gol satupun, kedua tim kemudian meningkatkan intensitas serangannya, Kushedya Hari Yudo pun membawa Arema FC unggul di menit ke-50 dan langsung dibalas oleh Rafael Silva satu menit setelahnya.

Pelatih asal Portugal itu mengatakan bahwa dimanapun, laga Derby selalu sulit. Ini yang dirinya jalani selama pertandingan. Eduardo juga mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan dalam melawan Madura United sangat tinggi. 

Beruntungnya dalam menghadapi tim besutan Rahmad Darmawan itu, pertandingan berjalan sesuai dengan prediksinya. Sejak awal dirinya sudah memastikan bahwa Madura United adalah tim yang kuat. Memang ternyata di lapangan prediksinya itu tidak salah, dan tim merasa sulit mengalahkan lawan. 

Yang jelas, kemenangannya ini akan semakin menggunakan posisi Arema FC dalam jalur menjadi juara kompetisi Liga 1 Indonesia musim ini. Klub Arema FC kini berada pada jajaran 3 besar klasemen dengan perolehan poin 18, di bawah Bhayangkara FC dan Persib Bandung.

Tanggapan Rahmad Darmawan 

Sementara itu, Madura United harus menerima kekalahannya. Sebenarnya, Madura United nyaris saja bisa mendapatkan satu poin setelah Kushedya Yudo saling berbalas gol dengan Rafael Silva di babak kedua menit ke-50 dan ke-51. Akan tetapi, Rizky Dwi Febrianto berhasil mencetak gol keduanya di akhir laga. 

Rizky Dwi merupakan mantan pemain Madura United yang membuat gol indah melalui skema tendangan bebas di menit ke-90. Bola yang mengarah pojok kanan atas gawang itu tidak bisa dijangkau oleh M. Ridho. 

Menurut pelatih Madura United, Rahmad Darmawan mengatakan bahwa tim besutannya sudah tampil dengan bagus. Bahkan, mereka sudah berhasil mendominasi permainan di babak pertama dan membuat banyak peluang. 

Dalam konferensi persnya dia menyampaikan bahwa sangat disayangkan tim kebobolan di menit-menit terakhir. Dirinya sendiri jujur mempertanyakan masalahnya dimana. RD juga tidak menyangkal bahwa timnya mengalami penurunan performa ketika memasuki babak kedua. 

Akan tetapi, itu lantaran dirinya dipaksa untuk melakukan pergantian pemain di luar rencananya. RD pun dipaksa untuk menarik David Lily dan Rafael Silva di awal babak kedua. Eks penyerang Sriwijaya FC itu tidak memiliki pilihan lain lantaran kondisi keduanya memang tidak memungkinkan. Dirinya menyampaikan bahwa pergantian pemain ini harus dilakukan karena kondisi cedera dan pemain tidak bisa dimainkan. 

Dalam pergantian ini, dampaknya memang cukup signifikan, terlebih di lini penyerang. RD menyebut bahwa kemampuan memegang bola menjadi melemah seusai keluarnya Rafael Silva. Ketika ditanya mengenai kondisi cedera kedua pemainnya itu, RD masih belum membeberkan dengan detail. Hal ini lantaran harus dilakukan observasi lanjutan oleh tim medis. 

Pelatih asal Lampung itu mengatakan bahwa biasanya terjadi pembengkakan di sekitar titik cedera. Yang pasti, RD berharap cedera anak asuhnya tidak terlalu parah. Namun, dirinya belum tahu pasti seperti apa yang akan dikatakan tim medis setelah melakukan tugasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here