Arema Didenda Komdis PSSI Karena Kelakukan Suporter

0
48

Debatbola.com – Liga baru berjalan di pekan ke-4, namun Komdis sudah dua kali menjatuhkan hukuman pada musim ini. Baru-baru ini Komdis PSSI kembali bekerja dengan menjatuhkan hukuman berupa denda yang sangat besar untuk Arema. Tidak tanggung-tanggung 170 juta rupiah harus dibayar Arema pada Komdis PSSI.

Rupanya denda yang diterima oleh Singo Edan dikarenakan kelakuan supporter klub tersebut ketika menjamu PSS Sleman. Komdis PSSI sendiri menemukan setidaknya 3 pelanggaran yang dilakukan Aremania baik ketika di lapangan maupun sebelum pertandingan. Tidak heran jika denda yang diberikan oleh Komdis sangatlah besar jumlahnya.

Didenda Komdis

Arema harus menerima hukuman yang cukup berat dari Komdis PSSI di Liga yang baru berjalan pada pekan keempat. Berdasarkan keputusan dari Komdis PSSI, Arema harus membayar sebesar 170 juta rupiah. Bagi Arema, denda tersebut sangatlah besar meskipun masih lebih besar denda yang harus dibayar Persib beberapa waktu lalu.

Rupanya Arema didenda lantaran pelanggaran yang dilakukan ketika menjamu PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan. Total 3 surat yang diterima Arema dari Komdis yang menunjukkan jika klub tersebut melakukan 3 pelanggaran. Tidak heran dendanya hingga menyentuh angka 170 juta.

Pada surat pertama, Arema dijatuhi denda dikarenakan ulah supporter yang kedapatan menyalakan flare saat menjamu PSS Sleman. Bukan hanya satu, tetapi dua flare yang terlihat menyala di tribun utara serta selatan. Karena pelanggaran tersebut, Arema FC diharuskan membayar denda sebesar 100 juta rupiah.

Surat kedua berisi pelanggaran yang juga dilakukan para supporter Arema yang melempari pemain PSS Sleman dengan gelas air mineral sebanyak dua kali. Untuk pelanggaran tersebut Arema diharuskan membayar sebesar 50 juta. Denda Arema genap menjadi 170 juta lantaran supporter melempar petasan di hotel tempat pemain PSS Sleman menginap.

Menanggapi denda yang ditetapkan oleh Komdis, Arema sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Pasalnya denda yang sangat besar tersebut tentu saja merugikan pihak klub dan juga Aremania sendiri. Karena hal itulah Abdul Haris selaku panpel Arema meminta kepada semua pihak untuk introspeksi diri.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, Panpel Arema juga terus mengimbau pada supporter agar tidak melakukan pelanggaran yang merugikan klub. Kalau perlu Panpel akan menindak tegas terhadap hal-hal yang berpotensi menjadi pelanggaran. Panpel juga langsung melakukan koordinasi untuk membangun kesadaran supporter Arema atas pelanggaran tersebut.

Permintaan Arema

Ali Rifki selaku manager Arema menghimbau pada Aremania untuk tidak melakukan lagi tindakan kurang sportif. Manager Arema tersebut meminta dengan pada Aremania untuk tidak menyalakan flare ataupun tindakan tidak sportif. Pasalnya bukan hanya pihak klub yang diragukan, tetapi juga Arema.

Karena hal itulah Abdul Haris meminta kesadaran dari supporter Arema untuk tidak meremehkan sanksi dan juga denda yang diberikan Komdis. Tanpa kesadaran dari para supporter, kejadian-kejadian yang berujung pelanggaran akan terus saja terjadi. Bahkan seketat apapun penjagaan Panpel tidak akan mempan jika supporter tidak sadar diri.

Jika kejadian serupa kembali terulang, bukan tidak mungkin Komdis akan kembali menjatuhkan hukuman untuk Arema. Hukuman yang diberikan lagi nantinya bisa jadi lebih parah daripada denda, seperti halnya pengosongan tribun. Bahkan Arema bisa saja tidak boleh bertanding di Kanjuruhan jika supporter terus saja berulah selama pertandingan.

Saat bertanding ke kandang Bali United pada tanggal 13 Agustus kemarin, beberapa oknum suporter Arema kembali menyalakan flare. Padahal tidak ada flare yang terlihat menyala dari area supporter tuan rumah yaitu Bali United. Flare yang kembali menyala tersebut membuat Arema berpotensi didenda kembali.

Komdis dipastikan akan menindaklanjuti adanya flare di pertandingan melawan Bali United. Jika panpel Bali United terkena sanksi dari Komdis PSSI, dipastikan Arema akan kembali mengeluarkan uang untuk membayar dendanya. Padahal denda yang baru diterima Senin kemarin sudah sangat besar.

Beruntung Arema berhasil meraih kemenangan saat berkunjung ke Stadion I Wayan Dipta Sabtu lalu. Bahkan Eduardo Almeida berhasil membuktikan diri dengan tampil menyerang di pertandingan tersebut. Kemenangan itu sekaligus memutus rekor buruk Arema atas Bali United di beberapa pertemuan terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here