Andrew Robertson Sanjung Gelandang Muda Titisan Kante

0
102
Inggris Tak Berkutik Menghadapi Skotlandia, Andrew Robertson Sanjung Gelandang Muda Titisan Kante

Debatbola.com – Timnas Inggris melanjutkan gelaran EURO 2020 di fase grup dengan berhadapan dengan Skotlandia. Derby Britania itu dimainkan di Stadion Wembley, London. Bermain sebagai tuan rumah, Inggris ngotot merebut tiga poin.

Namun tak disangka, skuat The Three Lions yang bermain dengan kekuatan penuhnya malah tidak bisa berkutik. Padahal mereka menguasai jalannya pertandingan dengan selisih penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen.

Justru skuat Skotlandia lah yang diperkuat oleh Andrew Robertson yang menggempur terus menerus gawang Inggris. Tim yang berjuluk Tartan Army tersebut sukses membuat sebelas tembakan dengan dua mengarah ke gawang. Sementara tuan rumah hanya bisa melesatkan sembilan dengan hanya satu yang tepat sasaran.

Hasil Imbang, Penyerang Inggris Tumpul

Skotlandia pada laga ini menggunakan formasi tiga bek, dimana hanya satu pemain yang berposisi asli sebagai bek tengah yang dimainkan. Pemain itu adalah Grant Hanley, bek Norwich City yang bertandem dengan Kieran Tierney yang berposisi sebagai bek sayap. Serta satu punggawa Manchester United, Scott McTominay.

Biarpun begitu, barisan penyerang The Three Lions tak ada yang sanggup menembus pertahanan skuat Tartan Army. Harry Kane, Phil Foden dan Raheem Sterling yang memimpin lini serang Inggris tak ada satupun yang bisa menorehkan gol.

Peluang emas pertama bagi timnas Inggris terjadi pada menit ke-11 lewat skema sepak pojok. Bek Manchester City yang menerima umpan itu berhasil menyundul bola dan mengarah ke gawang yang dijaga oleh David Marshall. Sayang bola menyentuh tiang gawang.

Peluang kedua terjadi lagi dua menit berselang. Pergerakan Raheem Sterling di sisi kiri timnya sukses membuat bola masuk ke kotak penalti. Winger Manchester City itu pun langsung mengirimkan umpan ke tengah dan disambut Mason Mount. Kembali disayangkan, sang gelandang muda tersebut gagal mengeksekusi peluang dengan sempurna.

Tumpulnya lini serang Timnas Inggris kembali terbukti lewat peluang pada menit ke-17 dari winger Manchester City, Phil Foden. Umpan lambung yang dikirimkan padanya tidak bisa dituntaskan menjadi gol. Padahal sang winger tinggal berhadapan dengan David Marshall. Bola hasil tendangannya malah melebar.

Sementara itu tendangan yang tepat sasaran dari The Three Lions terjadi pada babak kedua setelah tujuh menit laga berjalan. Mason Mount kembali membuat peluang dengan tendangan jarak jauhnya tetapi David Marshall masih terlalu tangguh baginya.

Billy Gilmour, Kante-nya Skotlandia

Bila di timnas Prancis ada Kante yang menjadi momok menakutkan bagi para penyerang lawan, di Skotlandia ada Billy Gilmour. Gelandang yang baru berusia 20 tahun itu sukses mengawal ketat pertahanan timnya dan tidak membiarkan pihak lawan menciptakan gol.

Gelandang yang juga punya klub yang sama dengan Kante itu, sukses membuat para penyerang Inggris tak berkutik. Terbukti mereka hanya mempunyai satu tendangan ke arah gawang meskipun menguasai jalannya pertandingan.

Billy Gilmour yang ditempatkan oleh sang pelatih, Steve Clarke sebagai gelandang bertahan bersama Callum McGregor menjadi pahlawan Skotlandia. Di akhir laga, wonderkid Chelsea ini pun dianugerahi star of the match.

Melihat itu kapten Tartan Army, Andrew Robertson pun memuji permainan dari gelandang muda tersebut. Punggawa Liverpool itu mengungkapkan bahwa Billy Gilmour yang walaupun masih berusia 20 tahun tidak gugup bertanding melawan tim besar.

Andrew Robertson juga melihat ada potensi besar yang dimiliki oleh sang gelandang. Dirinya merasakan adanya kemungkinan yang besar bahwa gelandang kelahiran Irvine itu bisa menjadi pemain hebat di masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here