Ancaman Omicron Meluas, Klub-Klub Liga Inggris Minta Kompetisi Dihentikan Sementara

0

Debatbola.com – Kendati protokol kesehatan ketat sudah diterapkan di kompetisi Liga Inggris, kompetisi kasta tertinggi Negeri Ratu Elizabeth tetap saja diserang Covid-19 varian Omicron. Sejumlah tim sudah mulai menjadi korban mewabahnya varian baru Covid-19 ini. Para peserta Liga Inggris pun dikabarkan mulai meminta penyelenggara menghentikan kompetisi untuk sementara.

Liga Inggris Kembali Dihantam Virus

Kasus Covid-19 di beberapa negara memang sudah mulai menurun, tetapi di beberapa belahan dunia lain, kasus Covid-19 justru kian bertambah. Inggris menjadi salah satu negara yang kembali alami peningkatan angka kasus Covid-19. Kali ini, kasus yang mengalami peningkatan adalah kasus Covid-19 varian baru, yakni varian Omicron.

Peningkatan kasus Covid-19 di Inggris ini mempengaruhi sejumlah aspek kehidupan Negeri Ratu Elizabeth, termasuk dalam aspek sepakbola. Liga Inggris yang kini telah menerapkan protokol kesehatan ketat kembali dihantam badai pandemi. Akibatnya, beberapa klub pun menjadi korban dengan adanya sejumlah kasus positif dalam skuad ataupun staff mereka.

Selain membuat beberapa pemain tak bisa membela klub masing-masing, badai pandemi yang kembali menghantam Liga Inggris juga membuat sejumlah laga ditunda. Pekan ini saja, hanya ada tujuh laga yang dimainkan, bukan sepuluh seperti yang dijadwalkan. Terkini, ada laga Tottenham Hotspur vs Leicester City yang dipindah jadwal ke bulan April 2022.

Kompetisi Diminta Ditunda

Melansir laman Manchester Evening News, penyelenggara paham bahwa situasi yang dihadapi Liga Inggris saat ini terbilang genting. Karenanya, mereka dikabarkan akan mempertimbangkan untuk menjadwalkan ulang sejumlah laga. Penyelenggara juga disebut bakal memperkenalkan protokol kesehatan darurat baru.

Manchester Evening News juga mengabarkan bahwa badai pandemi yang tengah melanda Liga Inggris telah membuat klub-klub peserta kompetisi ini cemas. Para klub pun dikabarkan meminta penyelenggara menunda sementara kompetisi. Mereka meminta kompetisi ditunda, setidaknya sampai bergulirnya putaran ketiga Piala FA, atau pada awal Januari mendatang.

Pro Kontra Penundaan Kompetisi

Jika penyelenggara memilih untuk menunda pertandingan, maka hampir bisa dipastikan jadwal pertandingan bakal kian padat. Otomatis, hal ini akan membuat jatah libur musim dingin para pemain menjadi makin singkat. Apalagi, musim kompetisi 2021/2022 dijadwalkan bakal berakhir pada 22 Mei mendatang.

Jadwal makin padat juga menanti klub-klub peserta Liga Inggris musim depan, di mana di tahun yang sama, ajang World Cup Qatar 2022 juga akan dilangsungkan. World Cup 2022 bakal dimulai di akhir November dan akan selesai pada pertengahan Desember. Jadi, sudah pasti jatah libur pemain akan kembali berkurang selama periode tersebut.

Perihal penundaan kompetisi, ada banyak pihak yang menentang, tetapi tak sedikit pula yang mengamini penundaan ini. Pelatih Brentford, Thomas Frank adalah salah satu pihak yang sepakat dengan wacana penundaan Liga Inggris. Menurutnya, dengan jeda setidaknya selama sepekan, mata rantai penyebaran Covid-19 varian Omicron bisa diputus.

“Kami pikir kita harus menunda seluruh pertandingan Liga Inggris untuk akhir pekan ini.” Kata Frank, seperti mengutip dari laman Manchester Evening News. “Kasus Covid-19 telah meningkat di tubuh seluruh klub peserta Liga Inggris. Semua pihak sama-sama berurusan dengan hal yang sama, dan hal itu jelas membawa masalah.”

“Menunda semua pertandingan Liga Inggris pekan ini dan pertandingan Piala Liga putaran ini akan memberi waktu istirahat. Setidaknya, semuanya bisa beristirahat selama sepekan, atau beberapa hari. Selama periode itu, semua orang bisa melakukan apapun di pusat pelatihan demi menjaga kebugaran tubuh serta demi memutus rantai penyebaran virus ini”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version