Alasan Pique Dibuang Manchester United

Debatbola.com – Total 28 gelar juara sudah diraih Gerard Pique sepanjang kariernya. Semua trofi bergengsi sudah diraihnya, dimulai dari trofi La Liga, Liga Champions, Piala Eropa, hingga Piala Dunia. Ia berjaya bersama Barcelona dan Tim Nasional Spanyol.

Tapi sebelum kesuksesan menghampiri Pique, bek asal Spanyol itu pernah dicampakkan oleh Manchester United. Pique sendiri memang berasal dari akademi Manchester United, walau dirinya lebih dulu menimba ilmu di akademi Barcelona.

Pique bergabung kembali ke Barcelona pada 2008. Ia meninggalkan Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson dengan total 12 pertandingan di Premier League. Lalu apa yang membuatnya dibuang Man United?

Wayne Rooney punya jawabannya. Menurut eks kapten Manchester United itu, penampilan buruk Pique di laga melawan Bolton Wanderers jadi sebab dirinya didepak oleh Fergie.

“Laga tandang melawan Bolton sepertinya yang membuat karier Gerard Pique di Manchester United berakhir,” tulis Rooney pada kolom The Sunday Times. “Dia masih muda dan dipermainkan pada laga itu dan aku rasa itulah momen di mana Fergie memutuskan bahwa secara fisik, Pique tidak tepat untuk bermain di Premier League.”

Rooney menambahkan, faktor lain yang membuat Pique tak berkembang di United adalah persiapan sang pemain yang kurang matang jelang pertandingan. Ia membandingkan Pique dengan bek United yang sukses seperti Nemanja Vidic.

“Aku selalu ingat Vidic: jika kami akan menghadapi Bolton maka dia akan melakukan hal yang sama ketika dia hendak menghadapi Didier Drogba, dia akan berada di gym dua atau tiga hari sebelumnya untuk memotivasi dirinya sendiri.”

Tapi menurut Rooney, saat itu sebenarnya Bolton pun bukan kesebelasan yang buruk. Saat itu United kalah 0-1 lewat gol semata wayang penyerang asal Perancis, Nicolas Anelka. Cara bermain Bolton saat itu memang menyulitkan United.

“Bolton sebenarnya cukup berkualitas saat itu dan mereka bertarung dengan bermain sebagai unit, lalu menemukan momen untuk memaksimalkan kualitas mereka, tipikal tim yang bisa mengalahkan lawan yang punya banyak pemain yang lebih bagus.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here