Alasan Dibalik Kegagalan Bali United di AFC CUP

0
32

Debatbola.com – Pada bulan Maret lalu, Bali United sukses meraih gelar Juara Liga 1 Indonesia. Namun, kini suasana kebahagiaan tersebut sirna seketika usai Bali United kalah bersaing dalam perebutan tempat sebagai Runner Up grup terbaik di ajang AFC Cup. Dan berikut merupakan alasan dibalik kegagalan Bali United di AFC CUP musim ini:

1. Terlalu Bergantung Spasojevic

Seorang Spasojevic memang sukses menjadi ujung tombak Bali united di Liga 1 Indonesia musim ini. Akan tetapi, keberhasilan Spaso justru menjadi boomerang bagi Bali United sendiri karena menjadi terlalu bergantung terhadap Spaso sebagai pencetak gol. Hal itu nampak dari minimnya total gol yang dilesakkan rekan Spaso musim ini.

Disusul seorang Stefano Lilipaly dengan catatan 6 gol, yang kemudian diikuti Eber Bessa dengan 5 gol. Selain itu, Privat Mbarga dan M. Rahmat hanya mampu mengoleksi masing-masing 4 gol. Capaian tersebut tentu berbanding jauh ketimbang jumlah gol yang mampu dicetak oleh Spaso dengan menceploskan sebanyak 23 gol musim lalu.

Maka dari itu, produktivitas gol Bali United menjadi terganggu di Piala AFC kali ini. Penjagaan ketat yang dilakukan tim lawan terhadap Spaso membuat pemain naturalisasi itu tak dapat bergerak leluasa untuk mencetak gol.

2. Sempat Mengikuti Piala Presiden

Beberapa minggu sebelum Piala AFC berlangsung, Bali United tetap mengikuti Piala Presiden meskipun lebih sering menurunkan skuat pelapisnya. Walau begitu, persiapan anak asuh Coach Teco dalam mengarungi Piala AFC musim ini menjadi terganggu. Yang dimana Bali United sendiri tergabung ke dalam Grup G sebagai tuan rumah grup tersebut.

4 hari sebelum laga awal fase grup Piala AFC melawan Kedah Darul Aman, Bali United masih harus melakoni sebuah pertandingan. Laga tersebut merupakan lanjutan fase grup Piala Presiden dimana Bali harus menghadapi Persebaya Surabaya yang digelar di Bandung. Mengingat Persebaya lawan yang berat, tentu Bali harus menurunkan beberapa pemain intinya.

Imbasnya, beberapa pemain inti seperti Rizky Pellu, Irfan Jaya dan Jajang Mulyana tak dapat dimainkan selama 90 menit penuh. Di laga melawan Kedah Darul Aman, para pemain itu harus digantikan sebelum pertandingan berakhir dikarenakan faktor stamina.

Selain jarak Bandung dengan Bali yang cukup jauh, faktor usia juga semakin melemahkan kondisi fisik para pemain. Beberapa pemain inti Serdadu Tridatu sendiri memang sudah tidak lagi muda, bahkan rata-rata usia mereka sudah berkepala tiga.

Terkurasnya stamina para pemain Serdadu Tridatu juga terlihat di kala pertandingan melawan Vishaka FC. Pada pertandingan itu, berakhir dengan kekalahan telak Bali United dengan skor 5-2 di kandangnya sendiri. Usai pertandingan, Coach Teco menyoroti tajam terkait kondisi fisik para pemain yang masih “kelelahan”, pengaruh dari beberapa laga sebelumnya.

3. Kehilangan Pemain Top

Selain itu, dibalik gagalnya Bali United di Piala AFC juga dipengaruhi oleh keluarnya para pemain andalan mereka. Para pemain seperti Stefano Lilipaly, Gavin Kwan, Fahmi Al-Ayyubi, Wawan Hendrawan serta Michael Orah turut hengkang. Praktis, Bali United telah kehilangan sejumlah pemainnya hampir di semua lini.

Karena itulah, permainan Bali United di ajang Piala AFC kali ini menjadi kurang konsisten. Hal tersebut lantaran para pemain yang sebelumnya kerap dimainkan, memutuskan untuk hengkang. Sementara untuk pemain yang kini mengisi beberapa posisi penting belum mampu menggunakan kemampuan mereka secara maksimal.

Adapun para pemain tersebut seperti Jajang Mulyana dan juga Ramdani Lestaluhu yang masih beradaptasi terhadap strategi tim. Sehingga, tak mengherankan bila kemampuan para pemain itu belum mampu menggantikan peran vital para pemain yang telah hengkang sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here