Akhir September, FIFA Bahas Lebih Lanjut Rencana Piala Dunia Dua Tahun Sekali

0
75

Debatbola.com – Rencana menggelar Piala Dunia dua tahun sekali belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan para pecinta sepakbola. Banyak yang menentang rencana ini, tetapi tak sedikit pula yang memberikan dukungan terhadap gagasan ini. Serius ingin membahas masalah ini, FIFA dikabarkan akan berdiskusi dengan asosiasi sepakbola seluruh dunia di akhir September.

Awal Mula Rencana

Piala Dunia merupakan ajang paling bergengsi sekaligus paling dinanti para penikmat sepakbola di seluruh dunia. Kompetisi ini adalah kompetisi yang diikuti negara-negara dunia untuk memperebutkan satu trofi. Sebelumnya pula, kita mengenal bahwa Piala Dunia adalah ajang yang digelar selama empat tahun sekali.

Meski begitu, di masa depan, Piala Dunia mungkin tak akan lagi menjadi ajang empat tahunan. Hal ini dikarenakan akhir-akhir ini, tengah muncul isu hangat, yakni mengenai rencana menggelar Piala Dunia dua tahun sekali. Ide ini kabarnya digagas oleh eks juru taktik Arsenal, Arsène Wenger yang kini menjadi kepala pengembangan sepakbola FIFA.

Rencana menggelar Piala Dunia tiap dua tahun sekali sendiri pertama kali muncul pada bulan Mei lalu, dari Asosiasi Sepakbola Arab Saudi. Wenger yang mendengar usulan Asosiasi Sepakbola Arab Saudi itu lalu mengembangkan gagasan tersebut. Hingga muncullah rencana menggelar Piala Dunia dua tahun sekali seperti yang kita kenal sekarang.

FIFA Pilih Jalan Diskusi

Setiap ide dan gagasan, apapun itu, pasti menimbulkan pro dan kontra, dan hal yang sama juga berlaku untuk ide menggelar Piala Dunia tiap dua tahun sekali. FIFA menganggap rencana itu muncul demi memberi kans para pemain tampil lebih sering di Piala Dunia. Ide ini juga diharap bisa mengembangkan banyak talenta lapangan hijau.

Sejumlah pihak yang mendukung gagasan FIFA menilai rencana Piala Dunia dua tahun sekali bisa menjadikan sepakbola lebih baik. Namun, pihak yang menolak rencana ini punya pendapat yang bertolak belakang. Pihak yang menentang menilai bahwa rencana ini muncul hanya karena masalah bisnis.

Menanggapi beragam reaksi terkait rencana Piala Dunia dua tahun sekali, FIFA pun berencana mendiskusikan hal ini lebih serius. Seperti dilansir dari The Athletic, FIFA berencana mengundang asosiasi sepakbola dunia, liga, klub dan para pemain. FIFA mengumpulkan mereka pada 30 September 2021 guna mendiskusikan rencana ini.

Pro Kontra Piala Dunia Dua Tahun Sekali

Seperti yang telah disebutkan di atas, rencana Piala Dunia dua tahun sekali mendapat banyak dukungan dan tentangan. Sejumlah tokoh sepakbola juga saling berbeda pendapat dalam rencana ini. UEFA, CONMEBOL termasuk pihak yang menentang, sementara pelatih Manchester City, Pep Guardiola termasuk salah satu pihak yang mendukung.

“Piala Dunia adalah ajang luar biasa, turnamen terbesar, dan sebagai penonton, saya selalu menikmati ajang itu. Jika saya bisa menonton Piala Dunia dua tahun sekali, itu akan bagus.” Kata Guardiola kepada Sky Sports. “Saya jelas sepakat dengan pendapat Arsène Wenger, saya kira apa yang diinginkan Arsène adalah menciptakan turnamen paling berkualitas.”

Berbeda dengan Guardiola, presiden UEFA Aleksander Čeferin justru mengecam FIFA atas rencana Piala Dunia dua tahun sekali. Čeferin Čeferin menilai bahwa rencana seperti itu bakal merusak sepakbola. Ia bahkan berani menyatakan bahwa negara-negara anggota UEFA tak akan ikut Piala Dunia apabila rencana ini terwujud.

“Untuk bermain di tiap musim panas dalam turnamen yang berlangsung selama sebulan, itu membunuh pemain.” Kata Čeferin. “Nilai yang terkandung dalam Piala Dunia empat tahunan adalah antusiasme dalam menunggunya. Kami (UEFA) berhak tak ikut serta. Yang saya tahu, Asosiasi Amerika Selatan juga tak sepakat, jadi semoga beruntung dengan rencana itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here