Ada Masalah Apa, Raheem Sterling?

0
66

Debatbola.com – Selama 2021, Manchester City baru dua kali menelan kekalahan. Kekalahan pertama terjadi saat menghadapi Manchester United pada awal Maret silam. Kekalahan kedua baru terjadi pekan lalu, di mana City takluk dari Leeds United.

Pada kedua laga itu, ada sosok yang menjadi tumpuan sang pelatih, Pep Guardiola, namun tak menunjukkan performa sesuai harapan: Raheem Sterling. Ia dimainkan selama 90 menit namun tetap kurang menggigit.

Bahkan tak hanya di dua laga itu saja, eks penyerang Liverpool itu sedang paceklik gol dalam 8 pertandingan terakhir. Gol terakhirnya untuk City tercipta pada akhir Februari lalu ke gawang Arsenal.

Saat Manchester City berhasil mengalahkan Borussia Dortmund pada dua leg babak perempat final Liga Champions, Sterling juga hanya jadi pemain figuran. Ia bahkan hanya bermain selama dua menit pada kedua laga tersebut (absen pada leg pertama).

Pep sendiri tetap percaya pada kemampuan dan potensi Sterling. Ia memarkir Sterling dalam beberapa pertandingan terakhir karena pemain lain sedang dalam performa lebih baik. Tapi secara keseluruhan, Pep mengatakan bahwa Sterling tetap pemain kunci City.

“Dia mungkin pemain kedua atau ketiga dengan menit bermain terbanyak musim ini. Kepercayaan pada Raheem tak hilang. Dia kurang menit bermain karena Phil dan Riyad sedang berada di level teratas, mencetak gol, dan jadi penentu di final third,” tutur Pep.

“Dia harus kembali percaya diri. Dia harus punya itu karena dia punya kualitas. Aku tak bisa memberikan kepercayaan pada pemain, tapi pemainnya sendiri yang harus memilikinya. Berbeda dengan mendapatkan kepercayaan dariku, dengan dipilih. Yang jelas setelah apa yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir, dan banyak gelar dan rekor, Raheem masih jadi pemain kunci kami.”

Pep menegaskan tidak ada masalah antara dirinya dan Sterling. Saat ini justru ruang ganti City sedang dalam kondisi bagus karena banyak pemain yang sedang tampil gemilang.

“Saat ini Phil dan Riyad sedang main bagus, tidak ada alasan lain. Mereka mengetahuinya. Dan semua pemain senang dengan menit bermain yang diberikan. Selain itu aku hanya peduli pada apa yang terjadi di tempat latihan. Hubungan kami di ruang ganti saat momen buruk dan baik sangat fantastis.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here