5 Striker Lokal yang Dapat Dicoba Shin Tae-yong

0
28

Debatbola.com – Semenjak ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong selalu mengomentari minimnya kualitas striker lokal yang berkarier di Liga 1. Menurut pria asal Korea Selatan tersebut hampir semua klub yang berkompetisi di Liga 1 jarang menggunakan striker karena lebih memilih striker asing.

Hal tersebut membuat dirinya selalu mengganti komposisi pemain di lini depan. Namun, pemain yang dipilihnya tak selalu menunjukkan performa terbaiknya. Shin Tae-yong menyayangkan pemain lokal yang berposisi sebagai striker tidak mendapat kesempatan menit bermain yang banyak. Berikut striker lokal yang dapat dicoba STY:

Ahmad Nur Hardianto

Striker milik Borneo FC ini telah mencetak tiga gol dalam dua laga Liga 1 musim ini. Ketajamannya di depan diharapkan dapat menjadi solusi lini serang timnas Indonesia. Ahmad Nur Hardianto menjelaskan beberapa faktor yang membuat dirinya berada dalam performa terbaik.

Dia mengaku pantang hilang semangat dan selalu bekerja keras dalam setiap kesempatan yang didapatkannya. Ahmad Nur Hardianto juga berusaha tidak menyia-siakan peluang mencetak gol. Namanya pernah menjadi andalan Luis Milla pada timnas Indonesia U-22 2017 lalu.

Septian Bagaskara

Pemain RANS Nusantara FC ini layak dicoba STY untuk menjadi predator menakutkan lawan. Septian mengidolai Bambang Pamungkas dan Robert Lewandowski, maka gaya bermainnya pun hampir sama dengan sang idola. Dia memiliki insting ganas saat berada daerah pertahanan lawan.

Saat gelaran Piala Presiden kemarin, Septian membukukan dua gol dari tiga pertandingan. Dia juga menjadi salah satu aktor penting ketika membawa Persik Kediri promosi ke Liga 1 pada 2019. Musim lalu bersama Macan Putih, Septian harus bersaing dengan Youssef Ezzejari demi mendapatkan tempat utama.

Hari Nur Yulianto

Pria kelahiran Kendal, 31 Juli 1989 milik PSIS Semarang ini juga perlu dicoba oleh pelatih asal Korea Selatan itu. Hari pernah menjadi salah satu striker lokal terproduktif pada 2017. Kepiawaiannya mencetak gol menjadi senjata ampuh baginya. Awal kariernya, Hari dikenal sebagai super sub untuk PSIS Semarang.

Hari adalah salah satu pemain yang berjasa mengangkat prestasi Laskar Mahesa Jenar kembali ke Liga 1 pada 2017 setelah berhasil meraih juara ketiga Liga 2. Berkarier di kasta tertinggi tidak membuat dirinya kehilangan sentuhan magisnya. Bersama Bruno Silva, dirinya sukses menjadi duet menakutkan dengan kombinasi pemain asing dan lokal.

Ferdinand Sinaga

Striker asal Bengkulu ini sudah mencatatkan 20 penampilan bersama timnas Indonesia. Namanya pernah menjadi andalan pelatih Alfred Riedl. Namun, Ferdinand cukup tidak pernah membela lambang Garuda di dada. Ketajaman dan pengalamannya bisa menjadi opsi Shin Tae-yong.

Ferdinand merupakan tipe pemain pekerja keras, sosok yang dibutuhkan STY pada lini serang skuatnya. Pemain yang kini membela Persis Solo ini memiliki kekuatan kaki kiri yang mematikan. Dirinya kerap membukukan gol dengan cara yang tak terduga melalui kaki kirinya.

Lerby Eliandry

Lerby adalah pemain jebolan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur di Riau 2012 yang pernah menimba ilmu bersama akademi Persisam Putra Samarinda. Pada PON Riau, nama Lerby melejit usai membawa pulang medali emas bersama Kalimantan Timur. Kini, dia berseragam Bali United, tim yang dulunya bernama Persisam Putra Samarinda.

Nama Lerby dinilai dapat menjadi solusi bagi STY yang sedang kesulitan mencari striker timnas Indonesia. Dia pernah membela timnas pada ajang Piala AFF 2016, saat Indonesia meraih runner-up usai kalah dari Thailand. Lerby mencatatkan 11 pertandingan dengan mencetak 2 gol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here