5 Penyebab Persela Harus Turun Kasta Dari Liga 1

0
62

Debatbola.com – BRI Liga 1 musim ini nampaknya bukan kompetisi yang menguntungkan Persela Lamongan. Klub asal Lamongan Jawa Timur ini harus rela berada di klasemen papan bawah dan terancam turun kasta ke liga 2 musim depan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Persela Lamongan bermain kurang baik dan mengharuskan tim ini turun kasta, 5 penyebab diantaranya adalah :

1. Blunder di Menit Akhir

Persela Lamongan sebenarnya bermain cukup baik pada setiap laga. Namun ada hal yang benar-benar menjadi pekerjaan rumah bagi Persela Lamongan yaitu 15 menit terakhir sebelum laga usai. Seringkali Persela Lamongan mengalami blunder yang akhirnya mengubah hasil akhir dari laga klub asal Lamongan ini.

Berdasarkan perhitungan statistik, total dari 53 gol yang bersarang ke gawang Persela Lamongan 14 diantaranya terjadi pada 15 menit sebelum laga usai. Sebenarnya bukan menjadi masalah apabila Persela Lamongan sudah memenangkan pertengahan pertandingan dengan lebih dari 1 gol. Sayangnya kebobolan di 15 menit terakhir tersebut berdampak pada hasil akhir pertandingan.

2. Pemain yang Tidak Ideal

Piala Menpora 2021, Persela Lamongan meraih 4 laga tak terkalahkan yang membuat manajemen kelewat percaya diri sehingga kurang memikirkan komposisi beberapa pemain inti yang memutuskan hengkang. Padahal setelah kompetisi tersebut usai, beberapa pemain kunci memilih hengkang dari Persela Lamongan.

Setelah para pemain penting hengkang, Persela Lamongan belum bisa menemukan pemain pengganti yang ideal untuk mengisi kekosongan kursi skuad. Pada akhirnya di pertengahan musim Persela Lamongan merekrut banyak pemain baru. Namun sayang, keputusan tersebut dinilai terlambat dan kualitas pemain tidak bisa membawa tim ini lolos dari degradasi.

3. Kehilangan Pelatih Kepala

Persela Lamongan harus merasakan bermain sendiri tanpa instruksi dari pelatih kepala setelah Jafri Sastra meninggalkan klub ini. Meskipun Gustavo Lopes telah ditunjuk sebagai direktur teknik, dirinya tidak berperan sebagai instruktur yang memberikan instruksi di sisi lapangan. Peran tersebut malah dilakukan oleh asistennya, Ragil Sudirman.

Gustavo hanya menyaksikan dan duduk dari atas tribun meskipun dirinya mencatat setiap pertandingan secara detil. Padahal secara tidak langsung, hal ini dapat menurunkan mental para pemain. Malah bisa dikatakan para pemain Persela Lamongan merasa harus berjuang sendiri setelah terperosok ke zona dalam degradasi.

4. Salah Rekrut Pemain Luar

Persela Lamongan dikenal sebagai tim yang diisi oleh banyak pemain muda. Selain itu, Persela juga terkenal karena dapat menemukan pemain luar negeri dengan kualitas mumpuni. Klub ini seringkali mendapatkan pemain luar negeri yang melakoni debut dengan hasil sangat baik, bahkan bisa menjadi pemain kunci dari tim Persela Lamongan.

Namun ada hal yang sangat disayangkan pada musim ini. Nampaknya keberuntungan dalam perekrutan pemain luar Persela Lamongan musim ini tidak berjalan dengan baik. Pemain asing baru, Selwan Al-Jaberi dan Jose Wilkson belum mampu menanggung beban dan ekspektasi dari Persela Lamongan. Keduanya sudah bermain dengan semaksimal mungkin namun belum bisa membawa Persela lolos dari degradasi.

5. Tidak Bermain di Stadion Kesayangan

Tim sepak bola asal Lamongan ini memiliki stadion sepak bola yang sangat baik dan mampu memberikan energi positif kepada timnya. Tidak sedikit klub besar yang harus menanggung malu karena kalah dari Persela Lamongan di kandangnya, yakni Stadion Surajaya. Memang, permainan Persela Lamongan bisa meningkat drastis tatkala bermain di stadion ini.

Namun sayang dalam format liga 1 musim ini, Persela Lamongan kehilangan kesempatan bermain di stadion kesayangan. Hal ini disebabkan perubahan format kandang tandang setelah adanya pandemic Covid-19. Saat ini BRI Liga 1 menggunakan sistem series yang hanya dilaksanakan di beberapa kota yang sudah ditentukan sebagai tempat pertandingan, tidak bisa seperti dulu yang dapat bermain di kandang sendiri.

Memang musim ini Persela Lamongan bermain kurang baik. Bahkan pernah mengalami 22 laga tanpa kemenangan secara beruntun. Saat ini juga mereka telah dipastikan turun ke Liga 2. Namun musim depan bisa jadi Persela Lamongan memiliki kesempatan masuk ke kasta tertinggi Liga 1 lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here