3 Alasan Mengapa Persija Akan Menjuarai Liga 1 2022/2023

0
30

Debatbola.com – Di musim 20222/2023 Liga 1 terdapat berbagai tim yang bisa dikatakan ‘Jor-Joran’ dalam membeli pemain. Salah satunya ialah Persija yang telah membeli sebanyak 4 pemain asing yang berpengalaman bermain di kompetisi Eropa. Maka dari itu, tak heran jika Persija didapuk sebagai salah satu calon kuat jawara Liga 1 kali ini.

Kedatangan Michael Krmencik, Hano Behrens, Ondrej Kudela & Abdulla Yusuf

Kedatangan para pemain yang pernah berkompetisi di Eropa ke kubu Macan Kemayoran tentu tak boleh dipandang remeh. Seperti Hano Behrens yang sempat merasakan sensasi Bundesliga bersama FC Nuremberg. Gelandang Tengah itu dipercaya bermain di 30 laga pada musim 2018/2019 dengan catatan 4 gol dan 3 assist.

Kemudian Michael Krmencik, mantan striker Timnas Ceko. Dirinya pernah bermain bersama FC Viktoria Plzen dan juga Club Brugge di ajang sekelas UCL. Tercatat, ia mampu menjadi top skor di Liga Ceko pada musim 2017/2018 dengan 16 gol bersama FC Viktoria Plzen. Selama berkarir di Eropa, Krmencik telah menorehkan sebanyak 7 trofi.

Tak ketinggalan, Ondrej Kudela dan Abdulla Yusuf juga merupakan pemain yang pernah berkompetisi di UCL. Keduanya merupakan mantan pemain Slavia Praha, dimana Kudela merupakan bek tengah sedangkan Yusuf sendiri adalah seorang striker. Khusus Abdulla Yusuf sendiri, ia telah menorehkan 3 gol dan 2 assist di 32 laga bersama Slavia Praha.

Dalam hal pemain, Persija seharusnya unggul diatas kertas. Pengalaman bermain di Eropa tentu menjadi suatu hal yang berharga, terlebih Persija sendiri juga mendatangkan mantan pelatih tim Eropa juga. Dengan begitu, kemampuan setiap pemain tersebut tentu bisa dimaksimalkan dengan baik sesuai kapasitas pelatih yang berpengalaman di Eropa pula.

Diarsiteki Mantan Pelatih Dortmund

Penunjukan Thomas Doll menjadi alasan mengapa Persija menjadi calon kuat jawara Liga 1 musim 2022/2023. Bukan pelatih biasa, karena Doll sendiri pernah menangani tim sekelas Hamburger SV hingga Borussia Dortmund. Bersama Hamburger SV, Thomas Doll mencatatkan 111 laga dimana 53 diantaranya meraih kemenangan, 24 imbang dan 34 kali menelan kekalahan.

Dengan statistik tersebut, Thomas Doll kemudian direkrut Borussia Dortmund sebagai pelatih kepala usai hampir 3 tahun menangani Hamburger SV. Sempat bermain apik di DFB Pokal hingga menembus babak final. Namun sayangnya, Thomas Doll gagal mempersembahkan trofi usai harus tunduk dengan skor tipis 2-1 melawan Bayern Munich.

Dari akhir musim 2006/2007 hingga pada musim 2007/2008 usai, Thomas Doll telah melatih di 49 laga bersama Dortmund. Namun, Thomas Doll hanya mampu meraih 20 kemenangan, 11 hasil imbang dan 18 kali menderita kekalahan. Meski begitu, ia sempat mengalahkan Werder Bremen dan Schalke 04, salah satu tim teratas Bundesliga.

Potensi Dari Wonderkid

Bukan hanya Persebaya yang memiliki wonderkid seperti Marselino, namun Persija juga memiliki pemain muda yang juga berpotensi. Para pemain tersebut merupakan punggawa Timnas Indonesia U-19, seperti Muhammad Ferrari dan Cahya Supriadi. Meski akan berbenturan dengan jadwal Timnas, namun bukan tidak mungkin Thomas Doll akan sering memainkannya pula jika terdapat kesempatan.

Muhammad Ferrari sendiri kerap dipercaya memakai ban kapten, salah satunya bersama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 kemarin. Mental Ferrari sebagai kapten juga patut diacungi jempol. Salah satu buktinya ialah ketika ia mampu mencetak 2 gol kala Garuda Muda lebih dulu tertinggal melawan Myanmar kemarin.

Sementara itu, Cahya Supriadi yang merupakan seorang kiper juga tak kalah apik. Dari 4 laga di Piala AFF U-19 kemarin, ia selalu dipercaya tampil 90 menit penuh. Dengan menit bermain yang diberikan, ia mampu membuktikan kualitasnya dengan hanya kebobolan 2 gol saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here