3 Alasan Mengapa Bali United Bakal Gagal Pertahankan Gelar Liga 1

0
31

Debatbola.com – Beberapa tim telah memulai pertandingan pertamanya di Liga 1 2022/2023. Termasuk Bali United yang memulai pertandingan pertamanya melawan Persija. Meski menang, namun jalan terjal dalam mempertahankan gelar juara nampaknya akan dihadapi Bali United kali ini. Bahkan bukan tidak mungkin, Bali akan gagal mempertahankan gelar juara karena beberapa alasan berikut :

1. Jika Masih Bergantung Spaso

Kesuksesan Spaso sebagai top skor nampaknya masih menghantui skuad Bali United. Contoh seperti pertandingan melawan Persija belum lama ini. Dalam pertandingan tersebut, gol kemenangan dicetak oleh Pacheco yang merupakan Bek Tengah. Sedangkan Spaso sendiri sebagai ujung tombak belum mampu memecah kebuntuan. Oleh karena itu, di menit 65 Spaso ditarik keluar.

Keran gol Spasojevic sebenarnya sudah buntu semenjak gelaran Piala Presiden kemarin. Terakhir kali Spaso mencetak gol adalah saat Bali United melawan Persik pada akhir Maret lalu. Begitu pula pada kompetisi Piala AFC, dimana dari 3 laga yang dimainkannya Spaso tak mampu mencetak sebiji gol sekali pun.

Nampaknya Bali United perlu memberikan jam terbang lebih terhadap Lerby agar mampu menjadi striker murni yang pas sebagai pelapis Spaso. Musim lalu, Lerby Eliandry Pong Babu bahkan hanya mendapat rata-rata 18 menit tiap pertandingan. Namun jika Bali United hanya mengandalkan Spaso saja, bukan tidak mungkin mereka akan kesulitan mempertahankan gelar juara.

Duet Fortes (Striker Utama) dan Marukawa (Penyerang Bayangan) contohnya. Ketika mereka secara bersamaan dimainkan di 6 laga Piala Presiden kemarin, total keduanya mampu berkontribusi 6 gol dan 3 assists. Tentu tak ada salahnya jika Bali United menempatkan ‘penyerang bayangan’ yang bisa menjadi solusi jika Spaso tengah buntu akan gol.

2. Persaingan Semakin Ketat

Jika musim lalu Persib Bandung menjadi pesaing utama Bali United terutama pada pekan-pekan musim akan berakhir, musim ini justru berbeda. Tim-tim kuat seperti Persija Jakarta, Arema, Bhayangkara kini harus lebih diwaspadai. Persija Jakarta menatap musim ini dengan penuh keseriusan dengan mendatangkan mantan pelatih dan pemain yang berpengalaman di liga Eropa.

Arema juga kembali memperlihatkan tajinya usai mampu mempertahankan gelar Piala Presiden. Sementara Bhayangkara patut lebih diwaspadai karena pencapaian mereka yang konsisten meraih tempat di posisi 4 besar dalam 4 musim terakhir. Jika Bali United tidak konsisten bisa saja mereka ‘disalip’ oleh rival baru mereka yang mampu konsisten dalam beberapa musim terakhir.

Belum lagi dengan keberadaan tim-tim yang baru promosi seperti Persis Solo, Dewa United dan RANS Nusantara FC. Tak sedikit pula pemain bintang yang mengisi kedalaman ketiga tim itu. Apalagi target ‘juara’ dari Persis Solo sendiri tentu sudah cukup sebagai bukti nyata jika ‘tim promosi’ memang tak boleh diremehkan.

3. Masih Perlu Adaptasi

Meski telah menggaet pemain untuk mengisi kekosongan tim, namun agaknya Bali United masih memerlukan waktu untuk memaksimalkan pemain anyarnya. Sebagian pemain didatangkan secara bebas transfer, ada pula yang direkrut kembali dari peminjaman serta belum diketahui biaya perekrutannya. Sisanya, merupakan pemain Bali United Youth yang diangkat ke tim utama Bali United.

Para pemain yang didatangkan secara bebas transfer diantaranya Ardi Idrus, Muhammad Ridho, Jajang Mulyana, Novri Setiawan, dan Ramdani Lestaluhu. Sementara pemain yang dipanggil kembali dari masa peminjaman ialah Ahmad Agung. Sedangkan Hendra Bayauw merupakan pemain yang belum diketahui biaya perekrutannya. Made Tito dan Komang Aryantara diangkat dari Bali United Youth.

Gelaran Piala Presiden dan juga Piala AFC merupakan bukti nyata jika skuad Bali United masih membutuhkan adaptasi. Namun jika masa adaptasi memakan waktu terlalu lama, maka bisa jadi usaha mempertahankan gelar akan menjadi isapan jempol semata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here